suplemenGKI.com

Matius 24:40-44.

 

“Jangan Lalai Karena Rutinitas”

Pengantar:
Beberapa waktu lalu ada suatu fenomena yang cukup hebohkan, yaitu ada orang hebat yang disinyalir mampu menggandakan uang, dari jumlah sedikit menjadi berjumlah banyak. Dan jika ada orang yang ingin agar uangnya bertambah banyak, boleh datang dan menyerahkan uangnya kepada orang tersebut, dijamin uangnya akan bertambah berkali-kali lipat.Fenomena itu dengan cepat tersebar di mana-mana, sehingga dalam waktu singkat banyak orang datang membawa uangnya kepada orang hebat itu. Kemudian datang seorang wartawan mewawancarai beberapa orang di sekitar lokasi tempat tinggal orang hebat itu. Sungguh mengagetkan ternyata beberapa orang itu sama sekali tidak tahu dan tidak mendengar fenomena tersebut. Alasannya sederhana, karena mereka setiap hari mulai pagi hingga sore bekerja di ladang, di sawah, di kebun sehingga tidak mengikuti berita tentang apa yang sedang terjadi di sekitar mereka. Rutinitas hidup mereka telah menutup semua akses informasi, peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi.

Pemahakan:

  1. Apa yang bisa dihayati dari pernyataan Yesus pada ayat 40-41?
  2. Apa yang hendak ditegaskan oleh Yesus melalui pernyataan perintah di ayat 42-44?

Keterangan bahwa ada dua orang yang sedang di ladang, ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan (v. 40-41) secara sederhana bisa dipahami sebagai gambaran kegiatan kehidupan rutinitas sehari-hari. Dalam kerutinitasan tidak sedikit orang kemudian menjadi terlena sehingga mengabaikan kewaspadaan dan sikap berjaga-jaga, karena menganggap segala sesuatu akan sama terus dari waktu ke waktu. Sikap seperti ini sangat berbahaya di masa-masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali. Yesus tidak menghendaki sikap demikian, itu sebabnya Dia memerintahkan untuk berjaga-jaga, artinya tidak terlena dengan rutinitas hidup tetapi selalu mempersiapkan diri. Perumpamaan pada ayat 43 tentang tuan rumah yang berjaga-jaga, merupakan pengajaran bagi kita untuk siap sedia selalu dalam menanti kedatangan Anak Manusia, agar kapan pun Yesus datang kita sudah siap menyambutnya.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apa yang sedang kita lakukan saat ini?  Sedang terlalu sibukkah kita dengan urusan dunia, sibuk dengan toko, bisnis, dan pekerjaan kita demi sesuap nasi? Setelah bekerja yang padat dan melelahkan apakah kita masih sibuk mencari hiburan bagi diri sendiri, sementara di sisi lain kita dengan mudah mengabaikan untuk bersekutu dengan Tuhan?

Tekad:
Ya Tuhan ampuni saya, karena sering sepanjang hari saya terlena dengan rutinitas sehingga mengabaikan relasi dengan Engkau, baik dalam saat teduh pribadi maupun ibadah minggu.

Tindakkan:
Saya berkomitmen untuk tetap menyediakan waktu dan hidup untuk Tuhan, tetapi juga tetap bertanggungjawab dalam kegiatan hidup sehari-hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«