suplemenGKI.com

Minggu, 1 April 2012

31/03/2012
Perjalanan Ke Yerusalem

Perjalanan Ke Yerusalem

Markus 11:1-11.

 

Waktu Kematian Yesus Sudah Dekat

            Kebanyakan kita masih ingat peristiwa menjelang dilakukannya eksekusi mati terhadap para teroris pelaku bom Bali beberapa tahun silam. Hal menarik yang dilakukan oleh mereka maupun kaum keluarganya beberapa waktu menjelang dilakukannya eksekusi mati adalah berusaha dan berjuang memohon dibebaskan atau meminta grasi dari pemerintah melalui para pengacaranya ataupun mas media agar mendapat banyak simpati. Apa yang dilakukan itu memang tidak salah dan sah-sah saja, tetapi sebenarnya dibalik perjuangan meminta keadilan agar dibebaskan adalah merupakan sebuah ekspresi ketakutan, ketidaksiapan dan kegentaran menghadapi kematian. Bukan hanya mereka yang merasakan hal demikian, mungkin semua orang pun merasakan hal yang sama apabila akan menghadapi kematiannya.

Markus 11:1-11, menceritakan secara detail apa yang Yesus lakukan dalam perjalanan menuju ke Yerusalem menjelang Ia akan menghadapi kematian-Nya. Matthew Henry, mengatakan peristiwa Yesus dan murid-murid-Nya memasuki Yerusalem adalah empat atau lima hari sebelum kematian-Nya. Beberapa hal yang Yesus lakukan, misalnya memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengambil seekor keledai muda untuk ditunggangi-Nya, dalam perjalanan memasuki Yerusalem Yesus dielu-elukan oleh banyak orang, orang banyak menghamparkan dedaunan di tempat yang akan dilewati oleh Yesus dan orang-orang yang mengikuti-Nya berseru “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan…(v. 9-10)

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:
1) Apa makna yang terkandung dari seputar perjalan Yesus memasuki Yesrusalem?
2) Apa makna seruan “Hosana” yang dikumandangkan oleh orang-orang yang berjalan mengikuti Yesus?
3) Bagaimana respons kita terhadap Tuhan Yesus dalam hidup kita?

Renungan:
            Perarakan Tuhan Yesus dan rombongan memasuki Yerusalem, bukan bermaksud memamerkan kehebatan, kekuatan atau ingin memproklamirkan diri sebagai orang yang disegani, berkuasa atau ditakuti. Bukan juga sebagai wujud mencari dukungan untuk memberi semangat, kekuatan atau permohonan agar tidak mengalami dakwaan yang akan mengatar-Nya pada hukuman mati. Tetapi apa yang Yesus lakukan adalah menunjukan bahwa diri-Nya siap menghadapi kematian, tidak gentar dan tidak takut terhadap pihak musuh yang menentang misi penyelamatan-Nya. Ketidakgentaran Yesus itu untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya dan setiap orang yang percaya kepada-Nya agar tidak gentar menegakan kebenaran dan memberitakan kerajaan Allah yang menyelamatkan.

Sikap Yesus itu kemudian disambut dengan seruan orang banyak yang berkata “Hosana…diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah kerajaan yang datang, kerajaan bapak kita Daud , hosana di tempatkan maha tinggi” adalah seruan sukacita menyambut kedatangan Yesus sang Raja yang membawa keselamatan, pengharapan dan kemenangan atas kuasa dosa, atas kuasa duniawi dan atas kuasa kematian. Sebuah seruan yang menandakan dimulainya suatu pengharapan baru, kerajaan baru yang bukan dari dunia ini melainkan dari Surga dengan Tuhan Yesus sebagai Rajanya yang akan memerintah untuk selama-lamanya dalam kemuliaan-Nya.

Jika orang-orang yang bersama-sama dengan Yesus ketika memasuki Yerusalem menjelang kematian-Nya menyambut Yesus dengan sukacita, pengharapan dan penuh syukur dan tanpa ragu, bagaimana dengan kita hari ini? Apakah kita juga menyambut Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita dengan penuh sukacita, pengharapan dan penuh syukur secara terus-menerus? Ataukah kita menyambut Tuhan Yesus dalam hidup kita dengan sukacita dan penuh syukur ketika doa kita dikabulkan atau ketika hidup kita lancar dan diberkati Tuhan? Mari kita menyambut Tuhan Yesus dalam hidup kita dengan tidak dibatasi apapun keadaan kita, dengan sukacita yang tidak terpengaruh oleh apapun juga. Respons demikian berarti kita menyambut Tuhan Yesus dengan pengenalan yang benar dan penghayatan yang memuliakan Tuhan, itulah “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»