suplemenGKI.com

Yohanes 6:24-35

 

“Hati Yang Terarah Pada Roti Hidup”

Pengantar:
           Salah satu kebiasaan manusia adalah sekali ia mengalami sesuatu yang menyenangkan atau menguntungkannya maka ia akan selalu berharap akan mengalami hal yang sama terus-menerus. Manusia cenderung menjadikan sebuah pengalaman indah dalam hidupnya sebagai pengalaman yang kalau bisa berulang dan berulang. Oleh karena itu ia akan berusaha untuk mengulang pengalaman itu kembali walaupun harus dengan cara yang mungkin tidak benar. Bacaan hari ini tentang orang banyak mencari Yesus berharap kembali mengalami mujizat Yesus yang memberi makan banyak orang dengan lima roti dan dua ikan.

Pemahaman:

  1. Mengapa orang banyak itu berusaha mencari dan menemukan Yesus? (v. 24-25)
  2. Pelajaran apa yang hendak Yesus sampaikan kepada orang banyak dalam ayat 26-35?

Pada perikop Yohanes 6:1-15, Yesus memberi makan orang banyak hanya dengan lima roti dan dua ikan adalah suatu mujizat yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh orang banyak itu. Itu sebabnya mereka sangat terkesan dan ingin supaya peristiwa atau mujizat itu mereka alami lagi. Oleh karena itu mereka berusaha mencari Yesus. Dan usaha mereka tidak sia-sia dan berhasil bertemu dengan Yesus. Dalam pertemuan itu terjadilah percakapan atau dialog antara orang banyak dengan Yesus. Diawali dengan pertanyaan orang banyak “Rabi, bilamanakah Engkau tiba di sini?” Tetapi jawaban Yesus sangat tidak sesuai atau tidak nyambung dengan pertanyaan yang dilontarkan orang banyak kepada-Nya. Mengapa? Karena Yesus tahu betul bahwa mereka berjuang mencari Yesus bukan untuk sesuatu yang seharusnya mereka dapatkan yaitu kehidupan kekal atau keselamatan di dalam Yesus, tetapi mereka mencari Yesus untuk roti yang hanya bisa mengenyangkan perut jasmani mereka. Itu artinya mereka tidak paham bahwa Yesus hadir di dunia bukan bertujuan untuk mengenyangkan manusia secara jasmani, itu terlalu kecil bagi Yesus. Tetapi Yesus hadir di dunia ini adalah untuk mengenyangkan manusia secara rohani yaitu melalui diri-Nya yang adalah Roti Hidup. Istilah yang sangat luar biasa, Yesus memposisikan diri sebagai Roti Hidup itu berbicara tentang diri-Nya adalah Allah yang dapat menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada mereka “Barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi”. Itu berbicara tentang keselamatan kekal yang hanya bisa diperoleh di dalam Yesus Kristus.

Refkeksi:
Saudara, mari renungkan. Yesus datang ke dunia yang terutama adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa agar kita mengalami hidup kekal. Jangan jadikan roti jasmani sebagai alasan utama mencari Yesus, tetapi jadikan Yesus sebagai Roti yang menyediakan hidup kekal.

Tekadku:
Tuhan Yesus, ampuni saya jika selama ini saya mengikut-Mu hanya fokus ingin diberkati kebutuhan jasmani. Ajarlah saya untuk mengikut-Mu karena kebutuhan hidup yang kekal.

Tindakanku:
Saya harus mengubah fokus dalam mengikut Yesus, bukan lagi hanya pada kebutuhan jasmani tetapi yang terutama pada Roti Hidup yaitu Yesus Sang sumber hidup Kekal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«