suplemenGKI.com

Bacaan : Matius 4 : 1-11 (lanjutan)

“Mengatasi Pencobaan Bersama Tuhan”

 

Iblis memang sejak manusia pertama diciptakan tidak pernah berhenti untuk menggoda dan membujuk manusia untuk tidak taat kepada-Nya! Maka di bagian inipun kita akan menyaksikan tingkah polah si penggoda ini terhadap Tuhan dan Juru selamat kita;Yesus Kristusi  dan bagaimana Tuhan Yesus mengatasinya! 

PEMAHAMAN
Ayat 4: Apakah yang dikatakan Tuhan Yesus kepada si pencoba itu di kesempatan pertama? Ayat 7: Apakah yang dikatakan Tuhan Yesus kepada si pencoba Itu di kesempatan kedua? Ayat 10: Apakah yang dikatakan Tuhan Yesus kepada si pencoba itu di kesempatan ketiga?

Pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa Yesus memberikan dirinya diuji oleh iblis bukanlah semata-mata untuk diri-Nya sendiri, namun semua ujian itu dijalaninya demi kepentingan umat manusia pula. Dengan membiarkan dirinya diuji oleh iblis maka terbukalah strategi si penggoda ini dalam menggoda/menguji manusia! Selain itu, Yesus hendak memberikan jalan keluar atau kunci jawaban terhadap semua ujian/godaan iblis tersebut. Dengan harapan, jika kita mengikuti teladan-Nya maka kita pun dapat lolos dari ujian/godaan iblis tersebut.

Ayat 3 menyatakan ujian pertama yang berkaitan dengan kondisi Tuhan Yesus yang saat itu sedang lapar. Iblis menawarkan penyelesaian yang cepat dan nampak logis, yaitu mengubah batu jadi roti! Namun Yesus menolak telak tawaran iblis tersebut dengan menyitir satu ayat dari kitab Ulangan yang menyatakan bahwa manusia tidak melufu butuh roti/nasi, melainkan juga perlu asupan firman-Nya!

Ayat 5 si pencoba membawa Tuhan Yesus ke Yerusalem dan menaruh-Nya di bumbungan Bait Allah, dan menyuruh-Nya menjatuhkan diri ke bawah sambil mengutip ayat dari Mazmur 91 ayat 11-12 Tetapi Yesus menampik permintaan iblis dan sekaiigus mengingatkannya untuk tidak mencobai Tuhan Allah.

Usaha terakhir dari si pencoba adalah membawa Yesus ke bukit yang sangat tinggi dan dari situ diperlihatkanlah semua kerajaan di dunia dengan segala kemegahannya (ayat 8). Semuanya itu akan diberikan iblis kepada-Nya asal Yesus sujud menyembahnya! Dan untuk yang terakhir ini pula Yesus bukan hanya berkata tidak, melainkan memperingatkan dengan keras pada iblis bahwa hanya Tuhan Allah yang patut disembah!

Godaaan yang pertama berhubungan dengan kebutuhan jasmani kita, Pemenuhan jasmani inilah yang ditekankan oleh iblis, sehingga jika terlalu terpaku dalam pemenuhan kebutuhan jasmani itu kita terjebak menghafalkan segala cara, termasuk melanggar firman Tuhan jika perlu Tuhan Yesus dengan tegas menyatakan kesalahan iblis dan mengingatkan kita semua agar memenuhi kebutuhan kita yang mendasar sebagai orang percaya yaitu firman Tuhan.

Pada umumnya kita semua tidak akan pemah mengabaikan kebutuhan perut kita. Namun sayangnya, jika kita mau jujur, betapa banyaknya orang beriman yang tidak memelihara imannya dengan baik. Mereka semua sering lupa membaca firman setiap hari secara teratur, mereka juga hanya ingat berdoa saat mereka mau makan maupun mau tidur. Jika mau menjadi orang beriman yang tahan uji jadilah pembaca firmanNya dengan bersaat teduh secara teratur!

Jika kita menyukai berbagai aktivitas yang bisa membahayakan diri kita. maka pada hakekatnya kita sudah jatuh dalam dosa kesombongan. Bermacam-macam kesombongan masuk kategori godaan kedua. Kesombongan membuat kita merasa bisa hidup dan sukses melakukan segala sesuatu dengan kemampuan dan kekuatan kita sendiri. Dalam konteks inilah kita diingatkan oleh Tuhan Yesus untuk tidak mencobai Tuhan Allah, yaitu tidak menganggap diri kita sama seperti Tuhan dapat mengatur segala sesuatunya semau kita sendiri Untuk melawan kesombongan maka kita perlu terus menerus menerus belajar untuk menjadi pribadi yang rendah hati. Sama seperti Yesus sendiri yang adalah Pribadi yang sangat rendah hati

Godaan ketiga adalah godaan yang paling berat. Maklum yang ditawarkan adalah kerajaan dan kerajaan adalah simbol kekuasaan. Untuk yang satu ini jawabannya kembali ke perintah 1 dari 10 perintah Allah. “Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu dan kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Dan jangan lupakan penutup doa Bapa Kami yang diajarkan oieh Yesus: *Sebab Tuhanlah yang Empunya Kerajaan—Kuasa—Kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin”

Penangkal yang paling ampuh untuk menghadapi semua pencobaan/godaan dari si iblis adalah firman Tuhan. Pergaulan yang erat dengan Tuhan mustahil tanpa perjumpaan yang intim dengan firman-Nya. Saat kita berdoa, maka kita seperti berbicara kepada-Nya, menyampaikan rasa syukur dan sekaligus memanjatkan permohonan kita. Sementara itu dengan membaca firman-Nya maka kita mendengar Tuhan menyapa—menghibur—menguatkan—memperingatkan kita! Dan jangan Iupa bahwa firman Tuhan menjadikan kita diperlengkapi dengan pedang Roh (Efesus 6:17).

REFLEKSI
Ambilah waktu sejenak untuk merenungkan ! bagaimana sikap dan cara saudara dalam menghadapi pencobaan yang datang?

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya dalam menghadapi pencobaan supaya saya hidup berkemenangan

TINDAKANKU
Saya harus menjalain hubungan yang akrab dengan Tuhan agar saya mampu mengatasi setiap pencobaan yang datang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«