suplemenGKI.com

Minggu, 03 Juni 2018

02/06/2018

TAAT MEMELIHARA ALAM

Kejadian 2 : 4b – 20

 

Pengantar
Ada banyak tanggung jawab dan karya yang dapat diwujudkan oleh manusia. Tapi sadarkah kita bahwa ada tanggung jawab dan karya pertama yang TUHAN harapkan dari manusia, yaitu memelihara alam. Sesungguhnya di balik tanggung jawab dan karya manusia ini, ada hal lain yang ingin TUHAN perlihatkan dan informasikan. Hal itu berkaitan dengan kebergantungan dan relasi hidup manusia dengan TUHAN yang digambarkan dalam wujud perintah dan larangan, untuk memberi ruang (pilihan) hidup yang diwarnai ketaatan. Jadi marilah kita membaca kitab Kejadian 2 :  4b – 20 untuk mendapatkan pesan yang TUHAN hendak nyatakan. 

Pemahaman

Ayat  4b – 7         :  Bagaimana manusia diciptakan TUHAN menjadi makhluk hidup?

Ayat  8 – 14         :  Apa yang selanjutnya dibuat TUHAN bagi manusia?

Ayat 15 – 17        :  Apa perintah TUHAN kepada manusia?

Ayat 18 – 20        :  Mengapa TUHAN menjadikan penolong bagi manusia?

TUHAN membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Maka manusia tidak saja dibentuk oleh TUHAN tapi dihidupi oleh ALLAH. Jika nafas hidup diambil oleh ALLAH maka manusia tidak dapat berbuat sesuatu. Selanjutnya TUHAN membuat taman di Eden dan menempatkan manusia di sana. Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang, yaitu: Gihon, Pison, Tigris, dan Efrat. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ini menunjukkan bahwa TUHAN sungguh memelihara kehidupan manusia, dan mulai menginformasikan adanya hal baik dan jahat.

TUHAN juga menempatkan manusia dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu, yang disertai perintah-NYA kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Maka sejak semula manusia telah diberi tanggung jawab untuk berkarya, sekaligus larangan, dan TUHAN berkehendak agar manusia mendapatkan penolong yang sepadan dalam hidup dan karyanya.

Hal ini membuat manusia perlu menyadari bahwa ia berasal dari debu tanah (alam), tinggal di alam (baca: taman Eden) dan juga memiliki tanggung jawab memelihara taman tersebut. Bahwa hidup manusia bergantung kepada ALLAH (dihidupi ALLAH), dan hanya dapat terwujud dalam ketaatan menjalankan perintah TUHAN, termasuk tidak melakukan hal yang dilarang-NYA.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita hidup bergantung kepada ALLAH?
  • Apakah kita taat menjalankan perintah ALLAH, dan tidak melakukan yang dilarang-NYA?

Tekad
TUHAN, jadikan aku ciptaan yang hidup bergantung kepada-MU dalam ketaatan yang penuh. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berusaha mewujudkan ketaatan kepada TUHAN dengan memelihara alam yang ada di sekitarku.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»