suplemenGKI.com

Rabu, 19 Agustus 2015

Mazmur 84:1-13

Pengantar

Bagi kita yang menjalani hidup berumah tangga, tentu ingat bagaimana suasana hati saat cinta bersemi di masa pacaran. Jika kita ingin berjumpa dengan pacar, hati merasa sukacita. Rasanya tak sabar untuk segera menjumpainya. Bahkan seseorang yang merindukan kekasih biasanya gelisah sampai tak bisa tidur, tak bisa makan“. Begitu dalam kerinduan seseorang pada kekasihnya, apakah demikian pula kerinduan kita pada TUHAN? Hari ini kita akan belajar dari Mazmur 84, yang akan menolong kita untuk selalu rindu dekat dengan TUHAN.

Pemahaman

  • Ayat 2-3         : Bagaimanakah suasana hati Pemazmur ketika mengingat  rumah TUHAN?
  • Ayat 5-8         : Apa yang Pemazmur katakan tentang orang-orang yang selalu rindu akan rumah TUHAN?
  • Ayat 11-12    : Apa yang Pemazmur rasakan ketika berada di rumah TUHAN?

Mazmur 84 adalah mazmur yang ditulis oleh Bani Korah, meskipun ada penafsir yang menyebutkan bahwa penulisnya adalah seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Bani Korah sendiri merupakan suku Lewi yang bertugas sebagai penjaga gerbang dan penyanyi di Bait ALLAH. Mazmur 84 mengungkapkan bagaimana kerinduan Pemazmur akan rumah TUHAN yang begitu mendalam. Bahkan Pemazmur menggambarkan bahwa “jiwanya begitu hancur” karena merindukan TUHAN ( ayat 3 ). Hal ini menggambarkan bahwa Pemazmur ingin kehidupan rohaninya dipuaskan akan kehadiran ALLAH. Seluruh hidupnya merindukan persekutuan yang erat dengan ALLAH. Di ayat 5-8, Pemazmur hendak mengatakan bahwa orang-orang yang selalu mencari TUHAN akan mengalami pertumbuhan iman. Lembah Baka yang dimaksud dalam ayat 7 seringkali disebut oleh beberapa penafsir tentang sebuah tempat orang Israel meratap.

Ayat 11-12 merupakan perasaan Pemazmur ketika berada di rumah TUHAN. Pemazmur merasa bersukacita ketika berada di rumah TUHAN. Bahkan ungkapan “lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain” menyatakan bahwa di dalam rumah TUHAN ada ketenangan dan ketenteraman. Pemazmur tentu tahu dengan jelas bagaimana kondisi rumah TUHAN karena Pemazmur-lah yang bertugas dalam rumah TUHAN tersebut.

Refleksi

Pejamkan mata sejenak. Ingat dan bayangkanlah bagaimana saat Saudara merindukan kekasih, apakah Saudara mengalami kerinduan seperti yang Pemazmur rasakan ketika berada di rumah TUHAN? Apakah Saudara selalu  memberi diri meluangkan waktu sejenak untuk berkomunikasi dengan-Nya? Ataukah kita lebih merindukan kesibukan atau kesenangan dunia yang hanya mendatangkan kebahagiaan sesaat?

Tekadku

Ya TUHAN, mampukan aku selalu memiliki hati yang merindukan-Mu. Bantulah aku berkomitmen meluangkan waktu setiap hari untuk selalu dekat dengan-Mu. Karena hanya di dalam-Mu aku merasakan keteduhan dan ketenangan.

Tindakanku

Mulai hari ini, saya akan meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca Firman TUHAN selama 30 menit setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*