suplemenGKI.com

Kamis, 27 Juni 2013

Galatia 5:13-15 

Pengantar

Pada ulang tahun ke-17, seorang remaja diberikan kebebasan oleh orang tuanya untuk merayakan ulang tahun bersama dengan teman-temannya. Sungguh ia amat bersukacita. Ia pun merayakan ulang tahun bersama teman-temannya tanpa kehadiran orang tuanya. Ia berteriak: “ Hore….! Aku bebas!” Ia pulang ke rumah menjelang subuh dengan wajah lebam. Orang tuanya kaget. Apakah yang terjadi? Tampaknya seusai perayaan ulang tahun ia bertengkar dengan sahabatnya karena gadis yang ia incar telah lebih dulu diambil si sahabat. Tanpa pikir panjang, dipukulnya si sahabat di penghujung pesta ulang tahun. Mereka pun saling memukul dan terlibat perkelahian yang hebat. Sungguh memprihatinkan!

Ternyata tidak semua orang dapat menggunakan kebebasan atau kemerdekaan yang dianugerahkan kepadanya dengan penuh tanggungjawab. Itulah yang juga menjadi pergumulan jemaat Galatia. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

• Ayat 13 : Apakah kesalahan yang telah dilakukan jemaat Galatia?
• Ayat 14-15 : Apakah keputusan yang harus diambil oleh jemaat Galatia sesuai nasihat Paulus?

Sungguh hal yang patut disyukuri apabila kita merasakan kemerdekaan iman anugerah TUHAN. Dalam iman Kristen, kemerdekaan tidak boleh diubah menjadi kebebasan untuk berbuat dosa (memuaskan keinginan daging). Satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan cara melayani seorang akan yang lain oleh kasih.

Pada waktu itu terdapat kebutuhan yang sangat mendesak untuk mempraktikkan kasih di kalangan jemaat Galatia, sebab Paulus menunjukkan bahwa di antara mereka terdapat persengketaan dan persaingan pahit. Pertentangan tajam mungkin terjadi di antara orang-orang yang terpengaruh oleh propaganda para penganut legalisme dengan orang-orang yang tidak terpengaruh. Paulus mendukung kelompok kedua, tetapi dia sadar bahwa tanpa kasih mereka tidak akan mampu memenangkan pihak yang lain. Argumentasi tanpa kasih mengakibatkan perpecahan yang berkesinambungan. Hidup baru orang yang percaya digenapi dalam kasih. Kasih membuat orang mengalahkan egoismenya sehingga bersedia melayani sesamanya.

Refleksi

Tarik dan hembuskan nafas perlahan-lahan. Nikmati dan syukurilah nafas tanda kasih TUHAN yang menghidupi Saudara. Jika hidup Saudara dilingkupi kasih TUHAN, apakah kasih juga telah menjadi nafas yang Saudara hembuskan untuk menghidupi iman Saudara?

Tekadku

TUHAN, mampukanlah aku untuk tidak sembarangan menggunakan kemerdekaan iman tapi mengisinya dengan tindakan kasih dalam hidup sehari-hari.

Tindakanku

Hari ini aku akan mengekspresikan imanku dengan mengampuni orang yang selalu menyakiti aku.
Hari ini aku akan menyelesaikan persoalan dengan teman yang berbeda pandangan dengan cara berdiskusi dalam suasana kasih persahabatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*