suplemenGKI.com

Selasa, 27 September 2011
Mazmur 80:5-20

Akhir-akhir ini udara terasa panas. Sengatan terik matahari yang panjang membuat banyak orang merasa gerah dan tidak betah. Orang berharap hujan yang membawa kesejukan dan kesegaran segera turun, apalagi di beberapa daerah, panas yang panjang telah membuat tanah kering dan membuat sumber air juga kering. Bahkan ada yang minta belas kasihan TUHAN dengan memanjatkan doa minta hujan.

Hidup dalam murka TUHAN juga serasa disengat terik mentari di hari yang panjang. Tak seorang pun yang betah mengalaminya. Apakah yang perlu kita lakukan di tengah kegerahan dalam murka TUHAN?

Pendalaman teks Alkitab

Ayat 5- 7 : Apakah yang sedang dirasakan Pemazmur dalam ratapan yang diungkapkan ayat-ayat ini?
Pernahkah Saudara meratap kepada TUHAN karena dosa-dosa Saudara?
Pernahkah Saudara merasa doa Saudara seolah-olah diabaikan TUHAN?

Ayat 9- 12 :Apakah yang hendak digambarkan oleh ayat-ayat ini?
Apakah yang dilakukan oleh Sang Pemilik kebun anggur?
Bagaimanakah perkembangan kebun anggur ini?

Ayat 13- 14 : Mengapa Sang Tuan membiarkan tembok kebun anggurnya roboh; mengapa pula Sang Tuan membiarkan babi hutan dan binatang-binatang lain menghabiskan kebun itu?

Ayat 8, 15-20 : Apa yang menjadi dambaan Pemazmur di tengah ratapan kesedihannya?

Renungan

Menanti tidaklah mudah, apalagi menantikan akhir dari hukuman. Oleh karena itulah Pemazmur mengungkapkan keluhannya kepada TUHAN. Pada saat itu Pemazmur menyaksikan penderitaan bangsanya. Mereka hidup amat susah. Hal ini digambarkan dengan seperti: makan roti cucuran air mata dan minum air mata yang berlimpah-limpah. Bahkan umat Israel juga menjadi pokok percederaan tetangga dan olok-olok para musuh. Pemazmur merasa penderitaan itu merupakan akibat dari hukuman TUHAN.

Pemazmur sungguh prihatin terhadap keadaan bangsanya. Kiasan-kiasan dalam Mazmur ini menggambarkan bahwa Israel, kebun anggur TUHAN itu telah berkembang pesat dan meluas sampai ke negeri-negeri tetangga. Gambaran ini mengacu pada kejayaan Israel di masa pemerintahan Daud. Namun kejayaan Israel itu kini tiada lagi. Kini Israel hidup merana dan menjadi cemoohan bangsa-bangsa. Dalam ayat15,16 Pemazmur memohon TUHAN mengindahkan kembali batang pohon anggur yang ditanam sendiri oleh tangan TUHAN. Ia meminta TUHAN semesta alam kembali ke Israel dan memperhatikan keadaan umat-Nya. Dengan kesungguhan hati ia memohon TUHAN menghentikan murka-Nya. Ia berharap TUHAN memulihkan bangsanya. Ia juga berharap TUHAN membuat wajah-Nya bersinar kembali atas Israel sehingga bangsa ini akan selamat.

Apa yang dilakukan pemazmur merupakan sebuah tanda bahwa manusia sangat butuh TUHAN. Apabila manusia menikmati hidup dalam dosa maka ia akan mendapatkan hukuman TUHAN. Manusia menjadi terpisah dengan ALLAH. Betapa menderitanya manusia bila terpisah dari TUHAN. Dosa telah menimpakan penderitaan bagi manusia. Derita dan bencana menjadi tandanya. Murka TUHAN mampu melumpuhkan segala sesuatu. Umat Israel merasakan kelumpuhan itu dalam waktu yang lama. Oleh karena itu cucuran air mata derita terus mengalir. Pada saat semua itu terjadi pemazmur memohon belas kasihan TUHAN sekaligus berjanji untuk hidup setia dengan TUHAN, tidak menyimpang dari jalan TUHAN.

Apakah saat ini Saudara sedang merasakan derita karena dosa? Apakah Saudara meratap dalam cucuran air mata? Apakah saat ini Saudara merasa TUHAN itu jauh dan doa-doa Saudara sia-sia? Jangan putus asa, terus datanglah kepada TUHAN. Segera bertobatlah dan taruhlah pengharapan Saudara pada belas kasihan TUHAN. Ingatlah selalu: TUHAN adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Hidup beriman adalah hidup percaya dan terus mempercayakan diri kepada kasih setia TUHAN. Saat kita menjerit memohon belas kasihan TUHAN, itu berarti sedang menaruh pengharapan iman kepada TUHAN.

Orang beriman tak pernah lelah menaruh pengharapan pada TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*