suplemenGKI.com

Rabu, 17 Desember 2014

Mazmur 89:1-9

Pengantar

Di dalam sebuah hubungan, kesetiaan tidaklah diukur dari kata-kata yang terucap dari mulut seseorang tetapi dari perbuatan yang dapat dilihat dan dirasakan pasangannya. Banyak orang meragukan kesetiaan Tuhan karena mereka merasa tidak dapat melihat dan merasakan bukti dari kesetiaan Tuhan tersebut. “Benarkah ada janji Tuhan di dalam hidup yang diliputi pertanyaan ini? Benarkan Tuhan setia menepati janji-Nya?” Melalui Mazmur 89:1-9 kita hendak diajak untuk melihat kesetiaan Tuhan melalui kesaksian sesama kita.

Pemahaman

  • Apa yang hendak diwartakan oleh Pemazmur melalui Mazmur 89? (ayat 2)
  • Bagaimana Pemazmur melihat kasih setia Tuhan? (ayat 3-5)
  • Siapakah yang diyakini Pemazmur, selain dirinya yang juga menyanyikan kasih setia Tuhan? (ayat 6a dihubungkan dengan 6b)
  • Apakah yang Pemazmur pahami mengenai Allah yang menurutnya setia? (ayat 7-9)

Pemazmur pada Mazmur 89 hendak menyanyikan kasih setia Tuhan. Baginya, kasih setia Tuhan dan kesetiaan Tuhan itu kekal. Bahkan Pemazmur menyatakan kasih setia Tuhan melalui janji yang diikatkan-Nya kepada Daud bahwa Tuhan akan menegakkan suatu dinasti bagi Daud sampai selama-lamanya (bnd. 2 Sam.7:16). Bukan hanya Pemazmur yang mau menyanyikan kasih setia Tuhan tetapi juga “langit” (dalam referensi beberapa penafsir pada ayat 6b, disebut sebagai “jemaah orang-orang kudus”). Bagi Pemazmur, Allah yang setia adalah Allah tidak dapat disejajarkan dengan siapapun juga.

Kesaksian Pemazmur menjadi sebuah penguatan bagi siapapun yang mendengarnya. Pemazmur menyatakan bahwa Allah yang berjanji adalah Allah yang setia dan sanggup  melakukan berbagai hal untuk menggenapi janji-Nya. Bahkan, tidak ada satupun di dunia ini yang dapat menandingi kesetiaan Allah. Ketika kita menjalani kehidupan yang penuh dengan pertanyaan dan kita mulai meragukan kesetiaan Tuhan, kesaksian hidup seseorang seperti Pemazmur dapat menjadi penguatan bagi kita untuk memahami kesetiaan Allah dalam kehidupan kita.

Refleksi

Renungkanlah kesaksian hidup seseorang yang dapat menjadi penguatan bagi Anda untuk melihat kesetiaan Allah dalam hidup Anda.

Tekadku

Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau mewujudkan kasih setia-Mu di dalam kesaksian hidup sesamaku. Ajarlah aku untuk dapat melihat kesetiaan Tuhan, salah satunya melalui hidup sesamaku.

Tindakanku

Aku akan membaca atau mendengar kesaksian hidup sesama yang telah disertai Tuhan dan merefleksikan kesetiaan Tuhan tersebut dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*