suplemenGKI.com

Selasa, 29 Maret 2011

Mazmur 23

Dalam Mazmur 23 Daud menggambarkan peran TUHAN dalam kehidupan manusia sebagai gembala yang baik dan profesional. DIA mengetahui dan mengupayakan apa yang terbaik bagi umat gembalaannya. Demi memelihara umat, TUHAN Sang Gembala menghadapi rintangan yang sulit, terjal dan berbahaya.

1. Mengapa Daud menggambarkan TUHAN sebagai gembala yang baik terhadap domba-dombanya?
2. Apakah yang Saudara rasakan ketika menghayati Mazmur 23?
Renungan

Sikap sang gembala yang digambarkan Raja Daud dalam mengasihi domba-domba merupakan lambang bahwa TUHAN begitu mencintai umatnya. Dalam perlindungan dan bimbingan Sang Gembala, para domba merasakan kedamaian sehingga dapat berbaring dengan tenang dan merasakan kesegaran jiwa. Mereka pun tidak akan merasakan takut manakala menghadapi bahaya yang mengancam di jalan maupun dalam lembah kekelaman. Bahkan di saat situasi berbahaya ketika berhadapan dengan musuh, domba-domba masih dapat menikmati hidangan yang disediakan Gembala. Dalam penggembalaan TUHAN, umat merasakan kemurahan dan berkat selama-lamanya. Daud menggambarkannya dengan, “…diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa”.

Apakah saudara juga dapat menggambarkan TUHAN sebagai gembala kehidupan ini? Atau menurut Saudara, siapakah TUHAN? Gambaran tentang TUHAN biasanya sulit dilepaskan dari latar belakang hidupan kita. Gambaran Daud tentang TUHAN sebagai gembala yang penuh kebaikan dilatarbelakangi oleh pekerjaan Daud sebagai seorang gembala sebelum ia menjadi raja.

Kita memiliki latarbelakang dan pengalaman tersendiri yang otentik. Pakailah pikiran dan hati kita untuk menggambarkan TUHAN dan karya-Nya dalam hidup kita masing-masing. Temukan keindahan kasih TUHAN yang bekerja dalam hidup kita pribadi dengan bahasa kita masing-masing maka kita akan sungguh-sungguh mengalami perjumpaan dengan TUHAN yang memberikan ketenangan, kedamaian dan kesegaran. Sesungguhnya TUHAN tidak jauh dari kehidupan kita. DIA sangat dekat dengan kita. Karya dan kebaikan-Nya sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kepekaan kita untuk merasakan kedekatan dan kebaikan TUHAN sangat dipengaruhi oleh penghayatan kita akan kehadiran TUHAN dalam setiap detik kehidupan ini.

Marilah mengasah kepekaan kita akan kehadiran dan kebaikan TUHAN setiap hari dengan menggambarkan TUHAN sebagai pribadi yang nyata dalam peran dan karya yang bisa kita mengerti dan bayangkan. Bagi orang yang sangat dekat dengan Bapak dan merasakan kebaikan serta cinta kasih Bapak setiap hari tentu akan membayangkan ALLAH sebagai Bapa. Bagi orang yang sangat dekat dengan Ibu dan merasakan cinta kasih, perlindungan dan dekapan sayang seorang Ibu tentu akan menggambarkan ALLAH sebagai Ibu. Apa pun gambaran kita tentang TUHAN mestinya membuat kita semakin peka merasakan karya kasih-Nya.

“Berbahagialah orang yang hatinya peka merasakan tiap karya TUHAN dalam hidupnya”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*