suplemenGKI.com

Lukas 12:13-21

Ada seorang pemuda yang baru lulus ujian SMA di Surabaya, dia mempunyai cita-cita untuk meneruskan usaha ayahnya di Banyuwangi, maka dia meminta persetujuan ayahnya untuk melanjutkan studinya di Surabaya. Kemudian dia mendaftar ke salah satu universitas ekonomi bagian perpajakkan, setelah berjalan beberapa tahun dia lulus dan diwisuda dan dia kembali pulang ke Banyuwangi. Pemuda ini memang pandai dan mempunyai cita-cita tinggi dia ingin hidup sukses dan menjadi orang kaya, tetapi setelah sampai di Banyuwangi ayahnya tidak setuju kalau dia meneruskan usaha ayahnya, menurut ayahnya usaha ini sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Ayahnya memberi solusi dia harus bekerja di perusahaan yang besar, seperti pabrik pengalengan ikan di Muncar, lalu dia melamar di perusahaan yang dimaksud oleh ayahnya, selang satu minggu dia mendapat panggilan untuk diterima bekerja, tetapi dia ditempatkan dibagian penerimaan barang (gudang). Sebenarnya dia punya keinginan bekerja di kantornya karena dia lulusan sarjana perpajakan, tetapi dia tidak putus asa, dia tetap berdoa kepada Tuhan (Yak 5:16b) dan mendengar nasehat dari ayahnya bahwa dia harus merangkak dari bawah (dasar) supaya tahu dimana tempat pembelian ikan-ikan dan kaleng. Setelah dia kurang lebih lima tahun dia usul kepada pimpinan untuk dipindahkan bagian marketing (pemasaran) akhirnya disetujui oleh pimpinannya, maka sekarang dia sering pergi keliling luar kota untuk mengatur penjualannya, selang beberapa tahun dia sudah bisa menguasai seluruhnya lalu dia usul kepada ayahnya untuk bekerja sendiri dan dia butuh modal dari ayahnya, pertama dia kontrak rumah dulu dan ayahnya mendukung, lalu dia mempersiapkan semua kebutuhan dan keperluannya mulai dari oven/ikan/rempah-rempah/dos untuk packing dan orang-orang yang masak setelah dicoba dia kirimkan kepada tetangga dan para famili untuk minta report produksinya, hasilnya semua orang menyatakan cukup baik/enak, baru dia mulai berani memasarkan ke luar, selang tiga tahun dia sudah bisa beli pabrik besar sendiri, dia sekarang sudah menjadi orang yang sukses dan kaya tetapi dia lupa untuk berdoa minta kuasa menikmati hasil kekayaannya (Pengkh 6:2 ) suatu hari dia pergi ke Surabaya tetapi sampai di Situbondo mobilnya ditabrak kontener besar sampai menabrak pohon asem. Akhirnya dia terjepit didalam mobil dan meninggal itu sama dengan orang kaya yang bodoh (Luk 12:20) dia sudah susah-susah merintis sampai berhasil tetapi orang lain yang menikmati, itu sama dengan orang menjaring angin, upaya menemukan hikmat ditengah kehidupan, maka kalau kita berdoa jangan lupa bersyukur dan minta hikmat untuk menikmati berkat yang sudah Tuhan berikan.
Biar renungan ini boleh menjadi berkat bagi yang membaca.

-SL-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*