suplemenGKI.com

Selasa, 07 Januari 2014

Yesaya 42:5-9

Pengantar

Tuhan kita adalah Tuhan yang berkarya. Ia menciptakan seluruh alam semesta ini. Ia memberikan kehidupan melalui nafas bagi ciptaan-Nya (makhluk hidup). Ia pun memanggil dan mengajak kita untuk berkarya bersama-Nya, yaitu menjadi terang Allah dalam kehidupan ini.

Pemahaman

Ayat 5 – 7: Apa karya Allah bagi dunia ini dan kehidupan kita?

Ayat 8     : Mengapa Allah tidak memberikan kemuliaan dan kemasyuran-Nya kepada yang lain atau patung?

Ayat 9     : Nubuat-nubuat tentang apa yang kini diberitahukan dan dikabarkan oleh Allah?

Yesaya 42:5-9 merupakan kelanjutan dari Yesaya 42:1-4 yang menegaskan kembali bahwa Allah adalah Allah yang menciptakan, membentangkan langit, menghamparkan bumi, memberi nafas kepada umat manusia dan makhluk hidup lainnya, yang juga memilih (ay. 1) dan memanggil (ay.6) hamba-Nya (baik secara pribadi/personal maupun kelompok/bangsa/komunal). Setiap kita dipilih dan dipanggil oleh-Nya untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Ibr. dari kata goyim) yang dalam hal ini adalah bangsa-bangsa yang berjalan di dalam kegelapan atau bangsa-bangsa yang disebut bangsa kafir.

Terang melambangkan hidup dan keselamatan. Kita dipanggil oleh Allah untuk menjadi terang bukan berarti kita adalah terang itu, tetapi terang yang sesungguhnya adalah Allah sendiri yang menyinari dan memberi cahaya-Nya, yaitu hidup dan keselamatan bagi kehidupan kita. Hidup dan keselamatan itu juga bagi orang lain, untuk menolong mereka supaya mereka tidak lagi buta dan duduk dalam gelapnya rumah penjara (analogi/perumpamaan) yang hanya dipenuhi dengan kegelapan, kehampaan, kekosongan. (ayat 7).

Semua yang dapat dilakukan oleh manusia kepada yang lain, bukan karena manusia itu sendiri melainkan karena Tuhan yang telah memilih, memanggil dan memberikan kemuliaan dan kemasyuran-Nya bagi manusia bukan kepada yang lain atau patung (ay.8) yang tidak berdaya.

Keseluruhan dari bacaan ini merupakan nubuat mengenai Yesus yang adalah hamba Tuhan (bdk. Matius 12:15b-21). Dia-lah terang itu yang akan memberikan hidup dan keselamatan bagi manusia.

REFLEKSI

Sudahkah aku menjadi terang melalui kata dan perbuatan bagi orang lain?

TEKADKU

Ya Tuhan, mampukanlah aku menjadi terang yang memancarkan terang-Mu dalam hidupku dan karyaku.

TINDAKANKU         

Aku akan hadir dan berkarya di tempat-tempat yang sedang digelapkan oleh beban persoalan atau pun oleh dosa sebab menjadi terang bukan di tempat yang terang, melainkan di tempat yang gelap. Misalnya aku akan menerangi keluargaku yang bertengkar tiap hari dengan kelembutan dan kasih sayang; aku akan tetap bekerja dengan jujur di tengah lingkungan teman-teman yang suka korupsi dan memalsukan  data; aku akan mendoakan dan meneguhkan iman dan pengharapan mereka yang sedang kehilangan pengharapan karena tertindih sakit yang tak kunjung sembuh atau pun tertindih beban persoalan yang rumit.

 

           


Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*