suplemenGKI.com
menjadi pekerja dalam kerajaan Allah - GKI Ressud Untuk menjadi pekerja di segala bidang dibutuhkan kriteria tertentu, tidak asal bekerja. Sebagai pekerja tentunya dituntut harus melakukan “kewajiban”. Setelah itu barulah memperoleh “hak” . Ironisnya sering terjadi pekerja/karyawan lebih menuntut hak ketimbang kewajibannya.

Dalam Matius 21:33-46 Yesus memakai perumpamaan “penggarap-penggarap” kebun anggur. Dalam bahasa Yunani, “geoorgos “ berasal dari kata “gee” = tanah dan kata kerja “ergeoo” = bekerja yang berarti orang yang bekerja mengusahakan tanah. Penggarap kebun anggur adalah orang yang profesional dalam bidangnya.Sayang dalam perumpamaan ini penggarap kebun itu tidak tulus. Mereka berbuat melebihi “hak” yang seharusnya mereka terima. Bukankah mereka harus berbagi hasil dengan pemilik kebun anggur? Akhir cerita, pemilik kebun itu membinasakan penggarap-penggarap itu dan menyewakan kepada pengarap-penggarap lain yang nantinya mau menyerahkan hasilnya. (Mat 21:41).Hukum dunia mengisyaratkan penerimaan hak setelah menyelesaikan kewajiban. Namun dalam konteks pelayanan, Firman Allah menyatakan sebaliknya. Terima hak dulu baru kewajiban. Kok bisa? Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, otomatis kita menerima hak waris sebagai anak-anak Allah. (Yoh 1:12) dan pasti menerima hidup kekal (Yoh 3:16).Jadi itu prinsip pelayanan kita. Kita harus berlomba, istilah Paulus dalam Filipi 3:14 berlari-lari untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan surgawi. Karena itu jangan tanya apa yang telah aku peroleh dari gereja, tapi tanyalah: “apa yang sudah kuberikan kepada Kristus melalui jemaat-Nya” Ada banyak bentuk pelayanan di gereja dan masyarakat yang membutuhkan tanggung jawab kita. Kita sudah menerima anugerah Tuhan dengan berkat, talenta dan bakat. Seyogyanya kita harus terus berkarya selagi masih ada waktu. Karya sekecil apapun dapat kita lakukan dengan tulus tanpa pamrih apalagi membandingkan dengan karya orang lain. Ada waktunya karya kita di dunia selesai dan itulah saatnya Tuhan mengatakan: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar” (Matius 25:23). Maukah Anda disapa Kristus sebagai “hamba yang baik dan setia” Persembahkan hidupmu untuk Dia, karena segala sesuatu dari Dia dan oleh Dia. Persembahkan bukan apa yang tidak Anda miliki, tetapi apa saja yang Anda miliki. Berkaryalah dengan tekun dan setia. Jangan pernah berhenti berkarya, kalau kita mau menang. Orang yang mudah menyerah tidak akan pernah menang dan Pemenang tidak pernah akan menyerah. Tuhan memberkati, Amin. (WP)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*