suplemenGKI.com

Selasa, 23 Maret 2010

Yesaya 50:6

Hari ini kita sampai pada bagian kedua yang mengungkapkan gambaran sosok kehidupan hamba TUHAN.
Ayat 6 : Apakah yang dialami oleh hamba TUHAN dalam ayat ini?
Mengapa seorang hamba mau menderita?

Renungan
Seorang hamba yang sungguh-sungguh mengabdi pada Sang Tuan akan siap dan rela menghadapi kesulitan apa pun. Dalam ayat 6 ini digambarkan bahwa ketika melakukan tugas pelayanan yang diberikan oleh Sang Tuan, hamba itu menghadapi kesulitan bahkan penolakan dari orang-orang. Akan tetapi kesulitan dan penolakan itu tak membuatnya mundur dari pelayanan. Dia sungguh-sungguh menghayati kehidupannya sebagai seorang hamba yang dengan taat melakukan tugas yang diberikan sang tuan apa pun konsekuensinya. Lihatlah kesiapan si hamba dalam menghadapi penderitaan ketika menjalankan tugasnya. Ia siap dipukul, dianiaya, dinodai dan diludahi. Itulah jiwa seorang hamba. Ia siap menderita.
Ketika kita menghayati kehidupan kita sebagai hamba-hamba TUHAN, siapkah kita mengalami kesulitan, penolakan dan penderitaan dalam menjalankan tugas pelayanan? Tidak jarang orang mengaku diri sebagai hamba yang siap melayani TUHAN namun dia tidak siap menghadapi kesulitan. Ada orang yang mau melayani TUHAN hanya dengan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mudah-mudah saja, pekerjaan yang aman, pekerjaan yang tidak mengundang resiko penderitaan. Orang yang seperti ini biasanya hanya mau mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan seleranya, dia tidak mau dituntut dengan tanggungjawab yang besar karena menurutnya pelayanan itu sukarela dan tidak boleh dipaksa-paksa. Jika demikian, benarkah dia sungguh-sungguh memiliki hati seorang hamba?
Seorang hamba selalu mau bekerja keras dan siap berkorban. Dia tidak bisa berada dalam kondisi yang aman, sebab jika Sang Tuan memberikan tugas untuk melakukan pekerjaan yang mengundang resiko penderitaan, penolakan dan penghinaan, dia pun harus taat. Kualitas pengabdian seorang hamba justru teruji ketika dia berani keluar dari zona aman dan nyaman. Oleh karena itu TUHAN memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk membuktikan kesetiaan komitmen pengabdiannya dengan memberikan tanggungjawab pelayanan yang diwarnai kesulitan, penolakan dan penderitaan. Alkitab memberikan kesaksian pelayanan para hamba TUHAN yang sungguh-sungguh memiliki hati seorang hamba. Kesaksian hidup pelayanan mereka selalu diwarnai pengorbanan dan penderitaan. Ingatlah Musa, Yeremia, Rasul Petrus, Paulus, dll. Bahkan TUHAN YESUS KRISTUS memberikan contoh yang sangat jelas dengan kesiapan berkorban dan menempuh jalan penderitaan demi ketaatan melakukan kehendak BAPA. Seorang hamba selalu siap menderita. Buktikan komitmen pelayanan Saudara sebagai hamba TUHAN dengan kesiapan menempuh jalan penderitaan.

Jika seorang hamba tidak siap menderita, berarti dia belum memiliki hati seorang hamba.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*