suplemenGKI.com

Rabu, 24 Maret 2010

Yesaya 50:7-9a

Gambaran sosok hamba TUHAN yang mengalami penolakan dan penderitaan dilanjutkan dengan gambaran yang ketiga dalam ayat 7-9a
Ayat 7 : Apakah yang dialami oleh hamba TUHAN dalam ayat ini? Apa dampak dari pengalamannya itu?
Ayat 8-9a : Bagaimanakah keyakinan sang hamba TUHAN saat berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukainya?

Renungan
Bagian ini merupakan kesaksian sang hamba TUHAN dari pengalamannya menghadapi kesulitan, penolakan dan penderitaan. Di jalan penderitaan yang harus dia lalui, sebagai seroang hamba dia tak pernah sendiri. TUHAN tidak membiarkan dia menanggung penderitaan seorang diri sebab apa yang dia kerjakan adalah pekerjaan TUHAN, karena itu TUHAN memberikan pertolongan. Seorang hamba adalah milik sang Tuan, karena itu Sang Tuan tidak tinggal diam ketika hamba kepunyaan-Nya menghadapi kesulitan dan penderitaan. TUHAN memberikan pertolongan kepada hamba-Nya. Dalam kesulitan, penolakan dan penderitaan selalu ada tangan TUHAN yang menopangnya. Oleh karena itu ketika sang hamba dipermalukan, ia tidak putus asa tapi memiliki hati yang teguh dalam menghadapinya. Ketika sang hamba dipersalahkan dan dilawan, dia tidak takut sebab apa yang dia lakukan adalah kebenaran TUHAN. TUHAN, Sang sumber kebenaran menguatkan dan memberikan keberanian kepadanya untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Itulah gambaran kehidupan seorang hamba TUHAN. Pekerjaan yang TUHAN berikan kepadanya menuntut pengorbanan dan kesiapan berada di jalan penderitaan namun sesungguhnya TUHAN selalu memberikan pertolongan. Jika demikian, siapa takut menghadapi penderitaan dan kesulitan? Tak ada yang perlu ditakutkan sepanjang kita hidup sebagai hamba TUHAN yang menggantungkan hidup kita pada-Nya. TUHAN selalu memperlengkapi hamba-Nya dengan kekuatan, hikmat dan keberanian serta ketenangan untuk menghadapi kesulitan.

Kebahagiaan dan keindahan hidup melayani kita alami ketika kita merasakan pertolongan-Nya di tengah segala kesulitan yang ada. Kebahagiaan dan keindahan hidup melayani TUHAN kita rasakan ketika kita bergumul bersama TUHAN di jalan yang penuh rintangan. Kebahagiaan dan keindahan hidup melayani TUHAN kita rasakan ketika kita sampai pada sebuah kesadaran bahwa “ saya tidak sendirian, ada TUHAN yang menemani di sepanjang perjalanan pelayanan”. Kebahagiaan dan keindahan hidup melayani TUHAN kita alami ketika kita merasa dituntun dan diperlengkapi TUHAN untuk melakukan pekerjaan pelayanan yang di luar kemampuan kita. Apakah Saudara telah mengalami kebahagiaan dan keindahan hidup sebagai hamba yang melayani TUHAN?

Seorang hamba tidak pernah memikul tanggungjawab
dan resiko pelayanan seorang diri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*