suplemenGKI.com

Minggu, 16 Desember 2012

Lukas 3:15-18 

Pengantar:

Biasanya seorang public figure memiliki banyak pengikut ( fans ). Menjadi sebuah kebanggaan sendiri apabila banyak orang mengagumi dan menjadi fans kita. Lihatlah misalnya dalam konser seorang artis ibu kota. Begitu banyak orang berduyun-duyun ingin melihat dan berjumpa si artis. Dan konser itu akan disebut berhasil bila dibanjiri penonton dan fans. Akan tetapi Yohanes Pembaptis memiliki penghayatan yang berbeda.

Pemahaman

Dalam Lukas 3: 15-18 :
• Mengapakah Yohanes mengarahkan perhatian para pengikut yang mulai mengaguminya kepada KRISTUS?
• Peran apakah yang dihayati Yohanes dalam relasinya dengan KRISTUS?

Yohanes menghayati perannya hanya sebagai perintis jalan bagi kedatangan sang Mesias. Sang Raja besar yang dinanti-nantikan itu akan segera datang. Dan apabila IA datang maka penghakiman juga datang. Ia akan menampi: memisahkan yang baik dari yang buruk.

Yohanes menyadari perannya hanya sebagai fasilitator yang mengantar orang untuk bersiap menyambut KRISTUS. Yohanes tidak menginginkan orang mengagumi dan memujanya. Ia cepat tanggap ketika melihat ada orang yang hendak meninggikan dirinya. Bagi Yohanes, KRISTUS yang harus ditinggikan. Orang-orang Yahudi yang telah bertobat mesti bersiap menyambut KRISTUS bukan menyambut dirinya.
Sosok Yohanes adalah sosok pelayan sejati. Seorang pelayan tidak boleh mengambil kemuliaan Sang Tuan. Seorang pelayan tidak boleh menempatkan diri di tempat yang harusnya diduduki Sang Tuan.

Dalam kiprah pelayanan, berhati-hatilah, jangan sampai kehebatan Anda dalam melayani baik di gereja, di tengah keluarga, dalam lingkungan pekerjaan dan masyarakat membuat orang memuliakan Anda bukan memuliakan TUHAN yang mempercayai Anda menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Waspadalah! Jangan memburu popularitas atau mencari banyak pengagum. Tugas setiap pelayan adalah membawa orang untuk berjumpa Sang Tuan bukan berjumpa dirinya sendiri.

Refleksi 

Dalam keheningan di hadapan TUHAN, rasakanlah TUHAN YESUS KRISTUS ada di hadapan Anda! Dan katakanlah di hadapan TUHAN; “ TUHAN, aku ini hanyalah hamba-Mu! “

Tekadku:

TUHAN, jauhkan aku dari pencobaan mencuri kemuliaan TUHAN! Berikanlah aku keberanian untuk memperjumpakan banyak orang dengan TUHAN, bukan dengan diriku sendiri.

Tindakanku:

• Mulai hari ini aku akan menjadi orang tua yang membawa anak-anakku untuk berjumpa dengan TUHAN dan hidup bergantung pada kuasa TUHAN, bukan membawa mereka untuk bergantung pada kekuasaanku.
• Mulai hari ini aku akan belajar mengarahkan orang-orang yang kulayani untuk mengagumi TUHAN bukan mengagumi diriku sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*