suplemenGKI.com

Selasa, 18 Agustus 2015

1 Raja-Raja 8:41-43

Pengantar

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya berjumpa  dengan sesama warga negara Indonesia. Kita pun berinteraksi dengan warga asing yang berkunjung atau pun menetap sebagai WNI. Kita  berjumpa dengan banyak orang yang berbeda dengan kita.  Hidup di tengah keanekaragaman tidaklah mudah. Konflik dan benturan kepentingan bisa saja terjadi. Padahal dibutuhkan kedamaian dalam keberagaman. Kemarin kita telah melihat bagaimana Salomo berdoa bagi kelangsungan hidup kerajaannya. Hari ini kita belajar bahwa Salomo tidak hanya berdoa bagi bangsanya saja, tetapi juga bagi “orang asing”.

Pemahaman

  • Ayat 41          : Siapakah “orang asing” yang dimaksud oleh Salomo?
  • Ayat 42          : Mengapa “orang asing” juga ikut datang berdoa di rumah TUHAN ( Bait Suci ) ?
  • Ayat 43          : Apa isi doa Salomo terhadap “orang asing” yang datang ke Israel?

Salomo menyadari bahwa Israel menjadi sorotan bangsa-bangsa lain. Salomo tidak hanya memperhatikan bangsanya sendiri. Tetapi Salomo juga berdoa bagi “orang asing” yang turut berdoa di Bait Suci yang telah didirikannya. “Orang asing” yang dimaksud adalah penduduk yang bukan dari Israel, namun mereka adalah orang yang yang takut TUHAN ( ayat 41 ). Mereka turut berdoa di Bait Suci karena mendengar segala perbuatan yang telah dilakukan oleh ALLAH Israel ( ayat 42 ). Isi doa Salomo kepada TUHAN tentang “orang asing” tersebut adalah apa yang menjadi seruan mereka di dengar oleh TUHAN dan mereka ( orang asing ) mengenal nama TUHAN. Intinya Salomo memohon kepada TUHAN agar TUHAN juga memperhatikan kehidupan orang asing tersebut. Hal ini membuktikan bahwa Salomo adalah raja yang peduli akan kelangsungan hidup Israel sekalipun terdapat perbedaan yang terjadi di antara mereka. Salomo merindukan bahwa TUHAN berkenan memberikan kedamaian pada “orang asing” yang turut datang ke Israel. Bahkan Israel menjadi berkat bagi bangsa lain dan mereka mengenal TUHAN ALLAH Israel.

Refleksi

Pejamkan mata sejenak dan bayangkanlah warna-warni bunga di sebuah taman. Indah bukan? Sebuah taman menjadi indah di tengah berbagai perbedaan bunga yang ditanam. Demikian pula kehidupan kita bersama di tengah masyarakat yang majemuk. Kehadiran orang-orang asing yang berbeda dengan kita menjadi warna yang menambah semarak “taman kehidupan” negeri ini. Oleh karena itu marilah kita mengingat, “Sudahkah kita menghargai dan mendoakan mereka? Sudahkah kita menjadi berkat bagi mereka”

Tekadku

Ya TUHAN, tolonglah aku untuk peduli dan menghargai setiap orang asing yang Kau hadirkan di sekitarku. Pakailah aku menjadi jalan berkat-Mu bagi setiap orang di sekitarku sekalipun mereka asing dan berbeda dengan aku.  Beranikanlah aku untuk berinisiatif menyapa dan mengenal orang-orang asing di sekitarku. Berikanlah aku hati yang mengasihi semua orang sehingga tercipta kehidupan bersama yang penuh damai sejahtera.

Tindakanku

Hari ini aku akan berkenalan serta berbincang-bincang ( sharing ) dengan tetangga yang sebelumnya tidak ku kenal. Aku akan meluangkan waktu pribadi untuk mendoakan pergumulan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*