suplemenGKI.com

Sebelum baca lebih lanjut, baca dulu bagian I.

Bagian 2

Pengantar

Pada edisi bulan lalu kita sudah berkenalan dengan beberapa ciri khusus Liturgi GKI.  Pada edisi ini kita akan berkenalan lebih dekat dengan bagian-bagian dari Liturgi itu.  Susunan Liturgi GKI mengacu kepada kerangka dasar yang telah digunakan sejak zaman rasul-rasul.  Kerangka dasar (yang juga disebut ordo) itu terdiri dari empat langkah, yaitu : Berhimpun – Pelayanan Firman – Pelayanan Meja/ Persembahan – Pengutusan. Dari langkah-langkah tersebut kita telah mendapatkan gambaran mengenai apa yang kita lakukan di dalam ibadah kita.  Kita datang berhimpun sebagai umat-Nya, Allah menyapa kita dengan firman-Nya, kita menanggapi kehadiran dan anugerah Allah dengan syukur dan sukacita (yang juga diungkapkan dengan persembahan), Allah mengutus kita untuk melanjutkan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.  Sekarang mari kita memperhatikan keempat langkah itu lebih rinci dengan bagian-bagian di dalamnya.

Berhimpun

Liturgi Berhimpun, terdiri dari prosesi (yang disertai dengan nyanyian jemaat), votum, salam, kata pembuka (yang ditanggapi dengan nyanyian pujian), pengakuan dosa (yang terdiri dari doa pengakuan dosa dan nyanyian pengakuan dosa), dan berita anugerah yang disambut dengan nyanyian kesanggupan.  Prosesi adalah iring-iringan atau perarakan umat Tuhan yang datang beribadah.  Jadi, yang terlibat dalam prosesi ini sesungguhnya adalah seluruh jemaat.  Para pelayan liturgi berjalan berarakan memasuki ruangan ibadah disertai seluruh jemaat (secara simbolis: berdiri).  Arak-arakan ini disertai dengan Nyanyian Prosesi yang berfungsi membentuk suasana persekutuan yang dinamis, hangat dan penuh sukacita.  Dalam prosesi ini seorang Penatua (yang mewakili Majelis Jemaat) menyerahkan Alkitab kepada pelayan Firman, sebagai tindakan simbolis yang berarti bahwa Majelis Jemaat mempercayakan pelayanan kebaktian tersebut – khususnya pelayanan firman – kepada pendeta (atau pengkhotbah yang ditunjuk).   .

Setelah prosesi pelayan liturgi mengucapkan Votum, yaitu pernyataan bahwa pertemuan ibadah berlangsung “dalam nama Tuhan” (Kol 3:17). Votum adalah sebuah kalimat pendek yang memproklamirkan (menetapkan) kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Votum itu diaminkan oleh jemaat dengan mengucapkan atau menyanyikan Amin (KJ 476-478; NKB 226-229). Setelah votum, pelayan liturgi menyampaikan Salam kepada jemaat: “Tuhan besertamu” atau “Tuhan beserta kita”.  Oleh jemaat salam ini diibalas dengan: “Dan besertamu juga” atau “Sekarang dan selamanya.”

Setelah  itu pelayan liturgi menyampaikan Kata Pembuka.  Kata Pembuka ini berfungsi mengantar atau membimbing jemaat memasuki ibadah.  Kata Pembuka bisa berupa penjelasan singkat mengenai tema kebaktian atau peristiwa khusus yang dirayakan dalam kebaktian hari itu.  Kalimat untuk Kata Pembuka juga dapat dikutip dari Alkitab.  Kata Pembuka ini disambut dengan Nyanyian Pujian untuk mengagungkan Allah yang telah berkenan hadir dan bersekutu dengan umat-Nya.

Kesadaran akan kehadiran Allah yang kudus akan memunculkan kesadaran akan keberadaan kita sebagai orang berdosa.  Karena itu, setelah memuji keagungan-Nya, kita juga digerakkan untuk mengakui keberdosaan kita.  Pengakuan itu diungkapkan dengan Doa Pengakuan Dosa dan Nyanyian Pengakuan Dosa.  Pada hakekatnya Doa Pengakuan Dosa ini bersifat komunal (dalam persekutuan sebagai jemaat), meski kadang-kadang setiap orang juga diberi kesempatan untuk mengaku dosa secara pribadi.

Bagaimana Allah menanggapi pengakuan dosa umat-Nya?  Melalui pelayan liturgi, Allah menyampaikan firman-Nya yang berisi Berita Anugerah kepada umat-Nya.  Oleh jemaat, Berita Anugerah itu disambut dengan rasa syukur (diungkapkan dengan kalimat “Syukur kepada Allah.”) yang disusul dengan ungkapan komitmen/ kesanggupan untuk hidup sebagai umat yang telah diampuni dosanya.  Kesanggupan itu dinyatakan dengan kesediaan untuk hidup dalam damai dengan sesama (ditandai dengan saling berbagi “Salam Damai” sambil bersalam-salaman), dan juga dengan Nyanyian Kesanggupan.

Pelayanan Firman

Setelah berhimpun dan mempersiapkan diri, jemaat menyambut kehadiran Allah dalam wujud-Nya yang paling komunikatif, yaitu firman-Nya.  Pelayanan Firman diawali dengan Doa Eplikese untuk mohon penyertaan Roh Kudus agar kita dapat mendengarkan, memahami, dan menerima firman Allah dengan baik.  Firman Allah dihadirkan dan dilayankan dalam dua bentuk, yaitu Pembacaan Alkitab dan Khotbah (yang pada hakekatnya merupakan penjelasan sistematis dan aplikatif mengenai teks Alkitab yang dibacakan).   Teks Alkitab yang dibacakan diambil dari Daftar Bacaan (yang disebut Leksionari) yang disusun sedemikian rupa sesuai dengan persitiwa-peristiwa dalam tahun gerejawi dan digunakan secara umum dalam gereja-gereja reformasi.  Daftar Bacaan ini terdiri dari tiga bagian.  Bacaan Pertama berupa narasi yang menceritakan karya Allah di tengah umat-Nya (biasanya diambil dari narasi di Perjanjian Lama atau dari Kisah Para Rasul).  Narasi karya Allah ini ditanggapi dengan puji-pujian yang biasanya dibacakan atau dinyanyikan dari kitab Mazmur.  Bacaan Kedua diambil dari nasihat-nasihat yang terdapat dalam Surat-surat dalam Perjanjian Baru.  Bacaan Ketiga diambil dari salah satu bagian dari Injil Yesus Kristus (menurut Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes).

Pemberitaan firman Allah ditanggapi oleh jemaat dengan Pengakuan Iman.  Pengakuan iman yang biasa kita gunakan dalam Kebaktian Minggu adalah Pengakuan Iman Rasuli.  Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel dan Pengakuan Iman Athanasius bisa juga digunakan dalam liturgi khusus.Pengakuan Iman merupakan suatu pernyataan bersama yang bersifat terbuka.  Pengakuan iman sebaiknya diucapkan sepenuh hati, dengan mata terbuka dan kepala tegak, dan bukan dengan sikap berdoa.

Pelayanan Meja

Pelayanan Meja dalam liturgi GKI diawali dengan Doa Syafaat.  Doa syafaat merupakan pelayanan jemaat bagi dunia dan masyarakat di sekitarnya.  Umat Tuhan berdoa agar agar Allah memulihkan segala yang rusak, sehingga kasih, keadilan dan kebenaranNya dapat ditegakkan kembali.  Setelah menaikkan doa syafaat yang diungkapkan dengan kalimat bebas (yang isinya sesuai dengan pergumulan pada waktu itu) kita dapat melanjutkan dengan doa syafaat yang diajarkan Tuhan Yesus, yaitu Doa Bapa Kami.

Setelah Doa Syafaat kita melanjutkan dengan Persembahan.  Pengumpulan persembahan diawali dengan membacakan Nas Persembahan.  Setelah itu pelayan liturgi mengajak jemat menyanyikan Nyanyian Persembahan untuk mengawali dan mengiringi Pengumpulan Persembahan.   Nyanyian ini dimaksudkan untuk menolong kita menjaga hati kita agar tetap diliputi dengan rasa syukur.   Setelah seluruh persembahan terkumpul, jemaat menyerahkannya dengan Doa Persembahan.

Pengutusan

Kebaktian GKI tidak diakhiri dengan doa penutup, melainkan dengan Pengutusan. Setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan di dalam ibadah, jemaat diutus untuk pergi melayani sebagai saksi Kristus.  Perlu diperhatikan bahwa Pengutusan ini disertai dengan Berkat.  Kalimat berkat yang diucapkan oleh pelayan liturgi disambut oleh jemaat dengan nyanyian Haleluya-Amin.

Nah, selain telah mengenal beberapa ciri khusus liturgi GKI, Anda sekarang sudah juga lebih memahami setiap bagian Liturgi GKI .  Tentu saja, selain mengerti Anda juga masih punya sebuah “pekerjaan rumah”, yaitu belajar melakukan setiap bagian itu dengan sepenuh hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • ijoo says:

    aku ada pertanyaan, tolong jawab cpt ya ..
    Q : sblm Firman Allah dibacakan, kita melakukan doa eplikese .
    diatas disebutkan bahwa doa tsb berfungsi untuk mohon penyertaan roh kudus agar kita dpt memahami, mengerti dean menerima firman Allah itu. jika seseorang hanya sekedar berdoa, apakah orang itu tetap dikatakan mendapat penyertaan rohkudus untuk menerima firman Allah ?, padahal setelah dia berdoa dia hanya ngelamun atau malah berbincang-bincang ..
    aku butuh tanggapan (:
    thx b4

1 Trackback or Pingback for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*