suplemenGKI.com

 

Sabtu, 1 Maret 2014

Matius 17:1-4

Pengantar

Bila ada dua undangan yang memerlukan partisipasi Saudara, manakah yang akan Saudara pilih: menghadiri KKR yang dilayani oleh pendeta hebat dan kesaksian pujian seorang artis terkenal ataukah menjadi relawan yang diberangkatkan ke tempat pengungsian korban bencana? Pilihan Saudara sangat ditentukan oleh model hidup beriman yang sedang Saudara jalani. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-3: Apakah yang disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes di atas gunung?
  • Ayat 4   : Apakah yang dirasakan  Petrus pada waktu itu dan  rencana apakah yang diusulkan kepada Tuhan Yesus?

Dalam bacaan hari ini dikisahkanbahwa YESUS naik kesebuah  gunung yang tinggi dengan mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes. Disanalah YESUS berubah rupa di depan mata ketiga muridNya. Wajahnya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang. Inilah yang disebut peristiwa transfigurasi. Istilah transfigurasi  berarti perubahan rupa atau bentuk.

Dalam peristiwa transfigurasi ini hadir Musa dan Elia. Mereka adalah 2 nabi besar PL  dan sangat dihormati oleh orang-orang Yahudi. Menariknya, dua nabi besar itu hadir untuk memuliakan YESUS. Matius menekankan bahwa kehadiran dua nabi besar itu dilihat oleh murid-murid. Artinya Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi saksi mata langsung atas peristiwa tranfigurasi. Bagi mereka ini adalah pemandangan dan pengalaman luar biasa dilingkupi kemuliaan TUHAN. Dalam suasana itu, mereka mengalami kebahagiaan yang luar biasa. Ayat 4 mengatakan: “ TUHAN, betapa bahagianya kami di tempat ini.” Oleh karena itu tidak heran bila Petrus ingin mempertahankan suasana itu.

Petrus mengusulkanakan mendirikan tenda untuk YESUS, Musa dan Elia. Tampaknya kebahagiaan dalam kemuliaan TUHAN itu ingin dinikmati lebih lama.  Tapi ternyata peristiwa transfigurasi hanya terjadi sebentar. “Sungguh sayang sekali!” demikian pikir Petrus. Malahan selanjutnya YESUS mengajak mereka turun gunung.

Kala kondisi yang membahagiakan kita alami, pada umumnya manusia ingin mempertahankan kebahagiaan itu. Oleh karena itu tidak sedikit orang Kristen yang cenderung menikmati zona aman dan nyaman yang mendatangkan kenikmatan dan kebahagiaan. Kalau ibadah adalah perjumpaan dengan TUHAN yang mendatangkan bahagia dan damai sejahtera, maka orang cenderung ingin berada di ruang ibadah dengan durasi yang panjang. Akibatnya lupa akan tugas dan panggilan menjadi garam dan terang dunia. Orang lebih suka menghadiri peribadahan yang membahagiakan daripada terjun dalam pelayanan kepada masyarakat yang menderita. Ada orang-orang percaya yang lebih suka menjadi penikmat berkat daripada penyalur berkat.

Refleksi

Dalam keheningan, renungkanlah model perjalanan iman Saudara? Apakah Saudara memiliki kecenderungan menjadi penikmat berkat yang terus mendambakan kebahagiaan dari berkat dan kemuliaan TUHAN ataukah Saudara memiliki kehidupan iman yang juga bersemangat menjadi penyalur berkat di tengah dunia yang menderita ?

Tekadku

TUHAN, tolonglah aku agar menjadi orang percaya yang tidak hanya mengejar kenikmatan dan kebahagiaan diri sendiri. Sebaliknya mampukanlah aku untuk menghadirkan kasih TUHAN di tengah  pelbagai kesulitan kehidupan.

Tindakanku

Mulai hari ini aku akan mengimbangi kehidupan ibadah yang membahagiakanku dengan pelayanan yang membahagiakan orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*