suplemenGKI.com

Selasa, 28 Juni 2011

Zakaria 9:11-12


Kala seseorang didakwa melakukan sebuah kejahatan, ia berusaha mencari pengacara yang bisa membantu membebaskannya. Mengapa? Karena ia tidak mau hidup dalam tahanan. Kadangkala orang rela mengeluarkan sejumlah besar uang agar tidak dijebloskan dalam ruang tahanan. Oleh karena itulah mereka yang punya banyak uang bisa membeli keadilan bahkan melarikan diri jauh ke negeri seberang agar tak sampai masuk ruang tahanan. Siapakah orang yang tahan hidup dalam tahanan? Semua orang merindukan hidup dalam kebebasan. Mereka yang sedang berada di ruang tahanan pun setiap hari memimpikan pembebasan. Bacaan kita hari ini mengajak kita mensyukuri betapa bahagianya hidup di alam pembebasan.

Pendalaman Teks Alkitab

1. Apakah yang dijanjikan TUHAN kepada umat-Nya?
2. Mengapakah TUHAN menyapa umat-Nya dengan “orang tahanan yang penuh harapan” ?

Renungan

Dalam bacaan hari ini, Zakaria memberitakan bahwa ALLAH setia dengan janji-Nya. Sekalipun umat pernah bersalah, kini mereka ditebus. Sekalipun mereka pernah berkhianat terhadap janji setia ALLAH, tapi ALLAH serius dengan janji dan anugerah pengampunan-Nya. ALLAH dengan serius mengulang janji-Nya yaitu sebuah janji darah yang dicurahkan oleh ALLAH. Berita ini tidak lazim sebab biasanya orang yang bersalah-lah yang wajib mencurahkan darah binatang korban sebagai tanda pertobatannya. Akan tetapi dalam bacaan ini justru ALLAH yang menumpahkan darah perjanjian setia? Mengapa hal ini terjadi? Tampaknya umat tidak mampu menebus dirinya sendiri sehingga ALLAH-lah yang menebus mereka. Inilah tanda keseriusan ALLAH untuk membangun perjanjian damai dengan umat-Nya.

Perjanjian damai ALLAH adalah ungkapan kasih setia ALLAH kepada umat-Nya. ALLAH sungguh-sungguh ingin membebaskan umat dari belenggu tahanan dosa yang telah menyesatkan umat. Sepulang dari pembuangan, umat digambarkan seperti anak kecil yang perlu diajar kembali tentang kasih setia ALLAH. Mereka bagaikan para tahanan yang melihat secercah harapan pembebasan. Hidup mereka tidak berakhir sebagai tahanan tapi berlanjut dengan kehidupan baru di alam pembebasan.

Kepulangan mereka dari pembuangan menandakan keluarnya umat dari ruang tahanan untuk kembali ke kota perlindungan yang mereka rindukan. Apabila mereka menerima kehadiran Raja damai yang dikirim ALLAH maka mereka akan menikmati jamuan Ilahi di tempat perlindungan ALLAH. Di situ mereka menikmati kemakmuran dua kali lipat. Inilah pemulihan hidup yang dirasakan sebagai ganti rugi hukuman yang pernah mereka terima.

Sungguh menyejukkan berita yang dibawa Zakaria. Bukan hanya menyejukkan umat pada waktu itu tapi juga umat TUHAN di masa kini. TUHAN pun memberikan jaminan rahmat dalam kehidupan masa kini. Tahukah Saudara bahwa sesungguhnya selama hidup di dunia ini, manusia adalah tahanan-tahanan dosa? Sekalipun demikian mereka yang percaya dan mau dipimpin oleh TUHAN memiliki harapan kebebasan yang nyata.

Dengan apakah kita mengekspresikan sukacita hidup sebagai umat yang dibebaskan TUHAN? Janganlah hidup dalam tembok-tembok penjara dosa yang menekan, sebaliknya hiduplah dalam alam kebebasan dan kebenaran yang penuh kasih. Umat percaya tidak boleh hidup mengekang dan membatasi kehidupan orang lain tapi sebaliknya melindungi dan menaungi sesama dengan penuh kasih.

Apakah saudara telah merasakan hidup yang dibebaskan TUHAN? Hanya orang yang merasakan pembebasan yang berani membebaskan orang lain. Nikmatilah hidup di alam pembebasan TUHAN dengan membebaskan setiap orang di sekitar kita. Dunia akan penuh damai sejahtera bila kasih sayang dan semangat pembebasan mewarnai kehidupan sehari-hari. Kita tahu di sekitar kita ada orang-orang yang masih menjadi “tahanan dosa” . Bebaskanlah mereka!

Saya dibebaskan untuk membebaskan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*