suplemenGKI.com

Rabu, 23 Juli 2014

Mazmur 105:7-11,45

Pengantar

Mazmur syukur yang ditulis Pemazmur dalam mazmur 105 merupakan ungkapan syukur kepada ALLAH yang memegang perjanjian-Nya.  Mengapa umat perlu mengingat dan mensyukuri perjanjian ALLAH? Marilah kita merenungkannya!

 Pemahaman

  • Ayat 7           : Mengapa seluruh bumi patut mendapatkan penghukuman dari TUHAN?
  • Ayat 8-11      : Perjanjian apa yang diikat TUHAN dengan  Abraham, Yakub dan Israel?
  • Ayat 45         : Apakah  yang  menjadi tanggung jawab umat dalam ikatan perjanjian dengan ALLAH?

Sekalipun umat manusia cenderung hidup dalam dosa dan patut diganjar dengan penghukuman namun TUHAN selalu berbelas kasihan pada umat yang bertobat dan memohon ampun kepada-Nya. Bahkan TUHAN mau mengikat perjanjian dengan umat-Nya. Pemazmur meyakini bahwa  Firman dan perjanjian yang diikat TUHAN dengan umat digenapi dalam keadilan dan kasih-Nya.  Hal ini dapat dilihat dalam sejarah Israel, juga dalam seluruh pergumulan dan perjalanan hidup Yakub dan Abraham. Tuhan ingat dan menggenapi janji-Nya yang mula-mula diberikan kepada Abraham. Puncaknya ialah penggenapan janji bahwa Kanaan akan menjadi milik Israel. Sejarah yang membuktikan kesetiaan Tuhan. Sekali IA mengikat perjanjian maka IA akan tetap setia untuk selamanya. Tidak ada yang dapat membatalkannya.  Inilah bukti bahwa TUHAN dapat diandalkan umat-Nya.

Dalam sejarah, umat melihat bahwa sesungguhnya berkat perjanjian  ALLAH ada dalam seluruh aspek kehidupan. Berkat itu bukan hanya menyenangkan umat tapi juga mendidik umat.  Berkat itu tidak hanya berkaitan dengan kekayaan, kemudahan dan kegembiraan namun juga memberi umat tanggungjawab hidup dalam ketaatan untuk melakukan ketetapan-Nya dan berpegang pada pengajaran-Nya ( ayat 45). Jadi perjanjian ALLAH dengan umat-Nya  adalah berkat yang menyeluruh. Bila ALLAH setia  memegang perjanjian-Nya dengan selalu memberkati dan mendidik umat-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, apakah umat juga mampu setia hidup mengabdi kepada-Nya? Dengan mensyukuri dan terus mengingat perjanjian ALLAH maka umat akan memiliki semangat untuk hidup  setia mengabdi kepada-Nya dengan melakukan ketetapan dan berpegang pada pengajaran-Nya.

Refleksi

Apakah Anda selalu ingat bahwa TUHAN berjanji memberikan berkat untuk kita? Sudahkah Anda mensyukurinya? Apakah Anda juga mengingat peran dan tanggungjawab kita untuk hidup mengabdi dalam ketaatan kepada TUHAN? Apa sajakah yang seringkali membuat kita tidak setia hidup di jalan TUHAN?

Tekadku

TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu percaya dan bersyukur akan kesetiaan-Mu memenuhi janji-Mu. Kiranya Roh Kudus memampukan aku menjadi umat yang selalu setia hidup di jalan-Mu.

Tindakanku

Ambillah selembar kertas dan tuliskanlah komitmen  setia hidup mengabdi kepada TUHAN. Lalu, akhiri renungan hari ini dengan bernyanyi KJ 369a:1 : “ Ya YESUS ku berjanji setia pada-Mu; ku pinta Kau  selalu dekat, ya TUHAN-ku. Di kancah pergumulan jalanku tak sesat, karna Engkau Temanku, Pemimpin terdekat”.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*