suplemenGKI.com

Mengimani Sabda Allah tidak selalu mudah, tentu dimulai dengan mengamini lebih dulu.
Mengamini berarti mengatakan “ya” atas apa yang kita dengar, karena Amin itu sendiri menyatakan benar dan setuju. Agar manusia bisa mengatakan benar tentu ia harus tahu dari mana Sabda itu didengarnya. Mungkin ia hanya mendengar sekilas saja. Tetapi mendengarkan (to listen) berbeda dengan mendengar (to hear). Berapa banyak orang telah mendengar siaran radio dan televisi tentang Kabar Baik? (Bahasa Yunani: to euanggelion = to euaggelion). Betul mereka mendengar tetapi belum tentu mendengarkan.
Kata mendengar dalam bahasa Yunaninya adalah akouo
( akouw ). Kata ini dipakai dalam Matius 11:15; “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar”. Tetapi dalam 1 Korintus 14:21b; “namun demikian mereka tidak mendengarkan Aku, firman Tuhan” Kata mendengarkan eisakouo (eisakouw) memiliki arti mendengar dan taat. (to hear and to obey). Alkitab New International Version (NIV) tertulis: “but even then they will not listen to me, says the Lord”

Dalam bacaan Lukas 10:38-42 ada dua oang kakak beradik yang sama-sama mengasihi Tuhan Yesus. Namun mereka mempunyai sikap yang berbeda. Marta lebih banyak sibuk melayani Yesus dengan segala cara yang ia perbuat. Sikap ini tentunya tidak serta merta keliru. Sedang Maria duduk di kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya (ayat 39). Ia lebih mengutamakan Sabda Allah itu sebagai dasar segala sesuatu yang ia imani. Ia tahu betapa pentingnya untuk mendengarkan, kemudian memahami dan melakukan apa yang Tuhan rencanakan dalam hidupnya. Dalam ayat 42 dikatakan: “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya.” Bagian terbaik apakah yang dipilih oleh Maria? Ia memberikan waktunya bersama Tuhan, bukan hanya tahu tentang Tuhan yang dianggap sudah cukup bagi sebagian orang.
Kalau kotbah Yesus dalam Matius 5:3 dikatakan: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga” Kata miskin dalam bahasa aslinya memakai kata ptochoi to pneumati ( ptwcoi tw pneumati ) yang berarti miskin dalam roh. Artinya diri kita tidak memiliki kualitas apapun dalam masalah spiritualitas, bila bukan Roh Allah itu menguasi roh kita. Sedemikian itulah sikap Maria yang mau mendengarkan dan memberi waktunya bersama Tuhan yang bersabda padanya.
Bukankah kadang kita secara tidak sadar, sibuk dengan pelayanan ini dan itu dan kadang kurang memberi waktu kita untuk bersaat teduh, membaca, merenungkan dan melakukan Sabda-Nya? Bukankah akhirnya kita juga ditegur seperti Marta: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara.” (ayat 41).
Dalam Alkitab ada 32.500 janji-janji Allah, dalam P.B. ada 365 x kata “jangan takut” dikatakan Tuhan Yesus. Seberapa banyak janji Allah itu telah kita alami, kalau kita kurang taat dalam mengikut Dia. Seberapa peka kita teguh mengamini Sabda-Nya dan mengimaninya? Pastikan Anda mengalami janji-jani Allah dalam kehidupan sehari-hari dengan mengamini tetapi juga sekaligus mengimani Sabda Allah. (WP)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*