suplemenGKI.com

Jumat, 12 Maret 2010; Lukas 15:1-7

Perikop kita hari ini diawali dengan pernyataan yang memberikan gambaran secara spesifik tentang siapa yang sedang mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus. Mereka bukanlah orang banyak yang berasal dari berbagai kalangan dan lapisan seperti perikop sebelumnya (Luk. 14:25), tetapi lebih didominasi oleh kalangan tertentu, yaitu orang-orang yang pada jaman itu dikategorikan sebagai orang berdosa (Luk. 15:1). Hal inilah nampaknya yang menjadi latar belakang pengajaran Tuhan Yesus dalam pasal ini.

 

  • Dalam hal apa sajakah orang berdosa dapat diumpamakan sebagai seekor domba yang tersesat?
  • Mengapa Gembala itu meninggalkan 99 ekor dombanya demi yang seekor itu? Bagaimana hubungan tindakan Gembala ini dengan ayat 7?
  • Pernahkah Saudara tersesat? Bagaimana Allah mencari Saudara dengan kasih-Nya? Coba ceritakan kepada seseorang!

 

Renungan:

Domba adalah binatang yang lemah. Ia tidak pintar seperti anjing atau burung merpati yang tahu jalan pulang baik ke kandang maupun ke kawanannya. Tidaklah mengherankan kalau domba dipakai untuk menggambarkan ketersesatan. Ketika seekor domba tersesat, sang Gembala tidak bisa berpangku tangan sambil mengharapkan domba itu kembali dengan sendirinya. Karena domba tidak tahu jalan pulang. Mungkin ia mencari jalan sendiri, tetapi semakin ia mencari semakin tersesat. Demikian pula dengan orang berdosa. Ketika tersesat, dengan kekuatannya sendiri ia mencari jalan selamat. Namun semakin ia mencari semakin tersesat. Sebagaimana yang dikatakan Amsal 14:12  Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (bd. Ams. 16:25). Manusia berdosa membutuhkan Juruselamat, seperti domba membutuhkan pertolongan Gembala agar selamat.

Ketika sang Gembala turun tangan, ia meninggalkan 99 ekor domba lainnya di tempat yang aman, lalu pergi mencari yang seekor. Meninggalkan yang 99 ekor tidak berarti mengabaikan mereka demi seekor yang tersesat, karena pada dasarnya semua domba berharga bagi pemilik domba-domba tersebut. Kesembilan puluh sembilan ekor domba yang tidak tersesat itu juga tetap membutuhkan sang Gembala dalam kelangsungan hidupnya. Namun dalam kasus ini domba yang paling membutuhkan adalah domba yang sedang tersesat. Ia sangat membutuhkan sang Gembala. Maka, sambil menelusuri ulang jalan yang dilalui serta tempat-tempat yang disinggahi, sang Gembala berteriak memanggil dan mencari si domba yang tersesat itu. Besarnya usaha yang dikeluarkan membuat sukacitanya meluap tatkala berhasil mendapatkan kembali dombanya yang tersesat itu.

Betapa bangganya kita memiliki Allah yang seperti Pemilik seratus ekor domba tersebut. Dia begitu menghargai kita sehingga rela mencari bahkan rela terluka demi menyelamatkan kita. Marilah kita ungkapkan kebanggaan tersebut dengan menceritakan kepada orang lain tentang kasih Allah yang sudah kita alami. Amin.

 

Ceritakan kasih-Nya yang telah dicurahkan bagi kita

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*