suplemenGKI.com

Jumat, 27 Maret 2015

Filipi 2:5-11

Pengantar

Kecenderungan manusia di dunia ini adalah menjadi penjajah. Manusia menguasai kehidupan sesama dan mahluk lain. Apakah hidup yang demikian yang TUHAN kehendaki? Apakah TUHAN menciptakan manusia untuk menjajah? Jika bukan untuk menjajah, lalu apa visi TUHAN menciptakan manusia? Mari kita renungkan firman TUHAN berikut ini!

Pemahaman

  • Ayat 5-8         : Bagaimana seharusnya sikap kita hidup di dunia ini?
  • Ayat 9-11       : Mengapa ALLAH sangat meninggikan YESUS?

Rasul Paulus menuliskan bagaimana YESUS merendahkan diri walau Dia setara dengan ALLAH. Dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia, KRISTUS memilih untuk menjadi seorang hamba. Lebih daripada itu, YESUS menyerahkan nyawa-Nya untuk mengalami kematian di atas kayu salib. Rasul Paulus ingin menunjukkan perbedaan sikap YESUS dengan pemerintah Romawi. Pemerintah Romawi yang menjajah cenderung untuk mencari kehormatan dan kemuliaan, dengan meningkatkan kedudukan dan status seseorang. Kecenderungan kita selaku umat, juga bisa lebih suka mencari kehormatan di balik pelayanan dan kesalehan. Tetapi KRISTUS bersikap sebaliknya. Ia turun dari status-Nya yang tinggi sampai ke titik terendah, bahkan sampai pada status yang paling hina dengan mati di kayu salib. KRISTUS melakukan itu karena Ia mau berkurban dan memberikan nyawa-Nya bagi manusia. Kesediaan KRISTUS mengosongkan diri adalah agar Ia dapat memberikan hidup-Nya, sehingga umat memperoleh hidup yang berlimpah.

Sebagai manusia, kita dapat mengembangkan spiritualitas yang tidak mencari kehormatan diri sendiri. Dengan meneladani KRISTUS, umat juga harus menjadi hamba yang memberikan hidup dan dirinya bagi orang lain. Jika kecenderungan manusia melakukan sebaliknya, kita yang telah mengenal KRISTUS lah yang harus meneladani-Nya dengan menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam KRISTUS sehingga orang lain dapat melihat KRISTUS melalui kita. Sikap YESUS yang merendahkan diri sangat  menyenangkan BAPA. Oleh karena itu BAPA  sangat meninggikan Dia. Penghargaan untuk YESUS bukan dari manusia tetapi dari ALLAH. Demikian juga seharusnya hidup umat bukan untuk mendapatkan penghargaan dari manusia tetapi dari ALLAH.

Refleksi

Dalam keheningan,tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana selama ini sikapku terhadap sesama, khususnya orang-orang lemah dan tak berdaya?” Jika selama ini Saudara masih cenderung menjajah, mintalah TUHAN mengubahkan hati dan melembutkan hati agar kuasa KRISTUS menguasai pikiran dan hati Saudara.

Tekadku

Ya TUHAN, mampukan aku untuk dapat menjadi hamba seperti yang Engkau teladankan dan jauhkan aku dari pikiran untuk menjajah sesamaku. Mampukan aku untuk memberikan kehidupan yang bermakna bagi sesamaku dengan tindakanku yang menghamba.

Tindakanku

Mulai hari ini aku tidak akan menjajah dan mengeksploitasi kehidupan orang-orang lemah yang ada di sekitarku. Aku juga akan menyampaikan hal ini kepada dua orang terdekatku, sehingga dia dapat mengalami hidup yang menghamba bukan menjajah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*