suplemenGKI.com

“Ambil dan Bacalah” Edisi ke-28 bln Juli Tahun 2009

G K I R e s i d e n S u d i r m a n S u r a b a y a

Dalam perjalanan sejarah kehidupan gereja, muncullah suatu gerakan yang penuh dinamika. Gerakan ini lahir dari satu aliran khusus dalam gerakan Pentakosta yang berkeyakinan bahwa setiap orang Kristen harus dibaptis dengan Roh Kudus. Gerakan apakah itu? Itulah yang dikenal dengan Gerakan Kharismatik. Kenalkah Anda dengan Gerakan Kharismatik? Bagaimanakah sejarah munculnya gerakan Kharismatik dan apakah isi ajarannya?

Ambil dan Bacalah!

Apakah Gerakan Kharismatik Itu?

Gerakan Kharismatik sering disebut dengan nama Pembaruan Kharismatik (Charismatik Renewal) dan dikenal pula dengan nama Gerakan Pentakosta Baru (Neopentacostal). Istilah Kharismatik berasal dari kata Yunani Charismata, artinya karunia-karunia Roh. Pada awalnya, Kharismatik bukanlah suatu gereja, melainkan suatu gerakan atau aliran yang memiliki banyak persamaan dengan gereja Pentakosta namun tidak melembaga. Karena tidak melembaga, gerakan ini tidak memiliki sistem organisasi dan gedung gereja. Mereka hanya mengadakan kebaktian, persekutuan doa, pemahaman Alkitab yang diadakan di rumah, aula hotel, rumah makan, gedung pertemuan, dll. Dalam ibadahnya tidak ada tata ibadah yang baku. Suasana yang ditekankan adalah kebebasan untuk mengekspresikan imannya. Misalnya menyanyi dengan bertepuk tangan, mengangkat tangan, melompat, menari dan menangis. Pekikan “ Haleluya!” dan “Amin!” secara spontan sering terdengar, baik di tengah lagu, doa maupun kotbah.

Bagaimanakah Sejarah Awal dan Perkembangan Gerakan Kharismatik?

Kharismatik sebagai suatu gerakan muncul dan menyebar secara luas di dunia pada tahun 1960-an, namun tanda-tanda awal dan persiapannya telah dimulai pada tahun 1940-an. Munculnya gerakan atau aliran ini merupakan reaksi terhadap gereja yang mapan dan melembaga sehingga dianggap kurang dinamis dan melupakan karya serta karunia Roh Kudus.

Gerakan Kharismatik pertama kali muncul di Amerika Serikat pada tahun 1960-an lalu ,menyebar ke seluruh dunia. Diantaranya dengan adanya para pengkotbah kebangunan rohani dan penyembuhan Ilahi dan kelompok persekutuan doa Full Gospel Business Men’s Fellowship International ( FGBMFI ). Mereka berhasil mengumpulkan kalangan menengah ke atas dari gereja-gereja mapan.

Dalam perkembangannya, gerakan Kharismatik dapat dibagi dalam tiga tahap:

Pertama (1960-1967), gerakan ini melanda gereja Protestan. Mula-mula yang terpengaruh adalah beberapa gereja Episkopal, lalu dilanjutkan gereja-gereja Methodist, Lutheran, Presbyterian dan Mennonite.

Kedua (1967-1977), gerakan Kharismatik melanda gereja Katolik Roma. Di kalangan gereja Katolik Roma, gerakan ini dimulai oleh kaum intelektual di universitas-universitas. Pada tahap kedua ini pengaruh gerakan Kharismatik makin meluas dengan didukung pemakaian sarana media cetak dan audio visual.

Ketiga (1977 dan seterusnya), disebut masa konsolidasi. Secara umum gerakan ini menjadi lebih tenang, tidak lagi menggebu-gebu. Gerakan Kharismatik ada dalam wadah-wadah perhimpunan Kharismatik yang tidak mengenal denominasi gereja. Disamping itu media televisi dipakai sebagai sarana penginjilan Kharismatik, antara lain oleh Oral Roberts, Jim Baker, Kenneth Hagin, Pat Robertson. Pada tahun 1980-an, penekanan pada tanda dan mujizat kembali dimarakkan oleh John Wimber dan C. Peter Wagner. Dengan semangat penginjilan dan pertumbuhan gereja, mereka mencita-citakan setengah penduduk dunia menjadi Kristen pada tahun 2000.

Bagaimanakah Perkembangan Gerakan Kharismatik di Indonesia?

Di Indonesia, gerakan Kharismatik mulai muncul pada paruh kedua tahun 1960-an melalui penginjil-penginjil dari Amerika Serikat dan Eropa. Akan tetapi pengaruh gerakan ini baru menonjol pada dasa warsa berikutnya. Dasa warsa pertama adalah setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Pada saat itu banyak orang Kristen merasakan kebingungan dan kekosongan rohani akibat ketidaksiapan terhadap perkembangan ekonomi, di samping masalah politik dan keamanan yang belum memberikan ketenteraman. Sementara itu gereja-gereja kurang tanggap terhadap kebutuhan rohani mereka. Pelayanan gereja berlangsung secara statis, seperti kotbah dan penggembalaan gereja pada saat itu dirasa kurang menyapa diri dan kebutuhan mereka. Saat itulah gerakan Kharismatik tampil dalam bentuk kelompok-kelompok doa. Mereka mengisi kekosongan itu dengan wajah kekristenan dalam iman yang menyala-nyala (emosional), tuntutan moral yang serius, persaudaraan yang hangat dan karunia-karunia Roh. Ini sangat menarik bagi banyak orang. Persekutuan-persekutuan kharismatik dihadiri oleh anggota yang berasal dari berbagai denominasi gereja . Sebenarnya gerakan Kharismatik tidak ingin membentuk gereja baru, namun dalam perkembangan selanjutnya gerakan Kharismatik di Indonesia melembaga dalam beberapa gereja. Mereka mendirikan yayasan-yayasan gerejawi yang tidak jarang bertumbuh menjadi gereja pula.

Bagaimanakah Ajaran Gerakan Kharismatik?

Gerakan Kharismatik lebih menekankan pengalaman rohani daripada rumusan pengajaran. Karena itu gerakan ini bisa muncul di gereja mana pun. Namun demikian ada beberapa pokok ajaran yang menonjol, antara lain :

1. Baptisan Roh

YESUS adalah pemberi baptisan Roh Kudus. Orang Kristen wajib menerima baptisan Roh. Ini berbeda dengan baptisan air. Baptisan Roh diterima ketika orang sungguh-sungguh bertobat, menyerahkan hidup yang mendalam kepada YESUS. Baptisan Roh diterima oleh orang yang sudah percaya, bukan orang yang baru percaya. Orang yang menerima baptisan Roh, seketika itu penuh dengan Roh Kudus.

Orang yang telah menerima baptisan Roh, akan mengalami:

· Hatinya meluap dengan pujian. Karenanya orang percaya memiliki kemampuan baru memuliakan ALLAH.

· Berbahasa Roh

· Orang yang menerima Baptisan Roh akan mengalami kepenuhan Roh Kudus yang ditandai dengan berbahasa Roh ( glosolalia/bahasa lidah )

· Memiliki semangat penginjilan.

· Kewaspadaan akan si jahat

· Baptisan Roh memberikan dampak bagi orang percaya antara memiliki kesadaran baru akan realitas setan dan kuasa si jahat. Kesadaran ini berkembang dalam praktek pelepasan dan pengusiran setan. Kewaspadaan akan si jahat juga diungkapkan dengan pengajaran bahwa barang-barang/produk-produk tertentu mengandung kuasa si jahat atau sebagai alat setan untuk menyerang manusia.

· Karunia-karunia Roh ( kharismata)

· Sangat ditekankan pentingnya mendapatkan karunia-karunia roh yang bersifat supranatural, terutama bahasa roh, penyembuhan dan nubuat (3 dari 9 kharismata yang tertulis dalam I Korintus 12:8-10 ) bisa dimiliki orang percaya setiap saat.

· Kuasa Rohani

· Orang yang telah menerima baptisan Roh akan memiliki kuasa rohani yag mewujudnyata dalam kemampuan memuji ALLAH, menginjili, mengusir dan mengalahkan si jahat, kesembuhan Ilahi, serta mempraktekkan karunia-karunia Roh. Kuasa rohani dialami jikalau orang percaya patuh pada Firman ALLAH.

· Catatan: Kepatuhan ini juga perlu diwujudkan dalam seluruh ritual peribadahan yang ada, misalnya semua orang percaya wajib menerima baptisan selam.

[ Mari kita juga mengingat ajaran yang dihayati GKI dan gereja-gereja yang seazas tentang Baptisan, Roh Kudus dan karunia-Nya:

Orang percaya dibaptis dalam nama “ ALLAH BAPA, PUTRA dan ROH KUDUS” . Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari TUHAN YESUS. Siapa yang dipersatukan dengan TUHAN YESUS, dia juga disatukan dengan Roh Kudus. Jadi hanya ada satu baptisan bagi orang percaya. Saat orang percaya dibaptis dengan air, ia juga menerima Roh Kudus. Dengan kata lain, orang percaya hanya satu kali dibaptis dengan Roh Kudus, yaitu pada saat ia percaya dan dibaptis (dengan air). Tidak ada pemisahan antara baptisan air dan baptisan Roh. Baptisan air merupakan jaminan anugrah TUHAN dan kekayaan rohani yang berlaku seumur hidup.

Bahasa Roh adalah salah satu karunia yang diberikan Roh Kudus kepada orang percaya. Karenanya kemampuan berbahasa Roh tidak dapat diwajibkan bagi orang percaya, karena tergantung kehendak Roh Kudus, bukan kehendak kita. Bahasa Roh bukan tanda kepenuhan Roh Kudus. Tanda bahwa orang percaya dipenuhi Roh Kudus adalah hidup yang berbuah kasih.

Karunia-karunia yang diberikan Roh Kudus terdiri atas karunia-karunia yang bersifat natural (melayani, memimpin, mengajar dll) dan supranatural (mujizat, penyembuhan, berbahasa Roh, bernubuat, dll). Keduanya sederajat. Penekanan pada karunia tertentu (3 dari 9 kharisma) menyebabkan orang mengabaikan karunia-karunia lainnya (mengajar, melayani, dll) yang sebenarnya tidak kalah pentingnya dalam jemaat. Karunia-karunia Roh itu diberikan kepada kita agar orang percaya hidup saling membangun dalam kasih dan menjadi terang serta berkat bagi kehidupan di sekitarnya. ]


2. ALLAH berbicara di masa kini

Di masa kini, ALLAH masih berbicara kepada orang percaya secara langsung (dalam persekutuan maupun pribadi). Orang yang telah mendapatkan baptisan Roh dapat mendengar suara TUHAN. Suara TUHAN menuntun orang percaya secara langsung melalui cara-cara yang menarik perhatian, termasuk menuntun untuk menegur orang lain atau bernubuat tentang orang lain.

3. Pengharapan Akhir Zaman

Ada kerinduan kuat akan kedatangan KRISTUS kedua kali pada akhir zaman. Kalangan kharismatik percaya bahwa TUHAN YESUS akan segera datang.

Bagaimanakah penilaian kita terhadap Gerakan Kharismatik?

Yahya Wijaya dalam kata pengantar buku “ Bermain dengan Api” mengupas tentang keunggulan dan kelemahan gerakan dan gereja Kharismatik. Adapun keunggulan Gerakan Kharismatik, antara lain:

· Gerakan kharismatik bersifat fleksibel dan inovatif terutama dalam manajemen dan bentuk-bentuk ibadah. Hal ini memberikan alternatif bagi mereka yang tidak puas dengan sikap gereja yang cenderung terlalu bergantung pada kewibawaan tradisi dan birokrasi.

· Gerakan Kharismatik memberikan penghargaan terhadap agama sebagai sesuatu yang adikodrati (suci dan berkuasa melakukan sesuatu di luar kemampuan manusia ). Gerakan ini juga menyadarkan gereja-gereja mapan yang cenderung menjadi kaku (dalam hal ajaran, ibadah dan organisasi) dan lebih mementingkan rasio (akal budi) daripada emosi manusia

· Gerakan Kharismatik lebih peka terhadap tantangan zaman globalisasi yang lebih mengutamakan efisiensi dan informasi. Hal ini memudahkan orang untuk mengetahui apa yang ditawarkan oleh gerakan Kharismatik melalui iklan, spanduk, selebaran, website, dll. Orang juga mudah terlibat di dalamnya baik dalam hal keanggotaan maupun kepemimpinan dengan cara yang tidak berbelit-belit dan dalam waktu yang relatif singkat. Gerakan ini memang dapat menjawab kebutuhan manusia di dunia modern dan sekuler yaitu kebutuhan akan penghargaan sebagai manusia/person .

· Kurang terikatnya gerakan ini pada tradisi gereja memungkinkan mereka membuka berbagai bidang pelayanan baru dan jabatan-jabatan yang tidak biasa dalam gereja-gereja arus utama. Dengan demikian gerakan kharismatik menyediakan sarana yang cukup bagi pemenuhan diri yang menjadi kebutuhan bagi banyak orang dalam masyarakat global, khususnya di wilayah perkotaan.

Sedangkan kelemahan gerakan Kharismatik, antara lain:

· Gerakan Kharismatik menekankan pengalaman rohani pribadi dari setiap orang yang bersifat subyektif . Hal ini membuat orang jatuh dalam sikap menormatifkan pengalaman subyektif itu. Artinya pengalaman seseorang dijadikan tolok ukur bagi orang lain; setiap orang harus memiliki pengalaman rohani yang sama seperti yang dimiliki pemimpinnya. Dalam hal ini karunia Roh yang semestinya terjadi spontan dapat berubah menjadi keharusan dan kebiasaan.

· Penekanan pada peran dan kesempatan individual dapat terjatuh ke dalam hyper-individualisme , yaitu keadaan dimana individu menjadi sangat kurang peka terhadap pergumulan-pergumulan bersama di dalam masyarakat. Akibatnya orang percaya bisa lalai akan tugasnya untuk mengadakan pembaruan etis sosial.

· Penekanan pada sikap individual yang cenderung berlebihan juga seringkali membuat gereja ini mudah terpecah-belah. Itulah sebabnya aliran dan gereja-gereja Kharismatik sangat rentan terhadap penyalahgunaan wewenang berdasarkan ambisi maupun kepentingan-kepentingan dari pribadi-pribadi tertentu.

· Kekuatan gerakan Kharismatik dalam hal kreativitas dan inovasi juga memiliki sisi lemah berupa kurang konsistensi dan obyektivitas (khususnya dalam pengajaran dan kebijakan pastoral). Penafsiran Alkitab dan analisis sosial yang dilakukan bisa menjadi sangat subyektif (tergantung siapa yang berbicara).

· Di Indonesia, perkembangan aliran dan gereja-gereja Kharismatik terjadi bersamaan dengan laju gereja-gereja lain yang sudah lama ada. Dalam situasi seperti itu, agresivitas dan semangat kompetisi yang tinggi dari aliran Kharismatik seringkali menimbulkan ketegangan dengan gereja-gereja lain bahkan juga agama-agama lain.

Bagaimanakah sebaiknya sikap kita terhadap gerakan Kharismatik?

Tentu akan sangat baik bila semua gereja apapun denominasi atau alirannya bisa saling menghargai sebagai satu kesatuan tubuh Kristus. Karena itulah kerjasama dan dialog tanpa rasa curiga sangatlah penting. Perbedaan penekanan ajaran bukanlah alasan untuk tidak bekerjasama. Dalam semangat saling menghargai maka berbagai gereja dan aliran dapat membangun diskusi dan dialog sebagai satu tubuh Kristus. Persoalannya, siapkah semua orang percaya hidup bersama dengan saling menghargai?

————–

Sumber:

1. Aritonang, J.S, Berbagai aliran di dalam dan di Sekitar Gereja, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1995.

2. Lembaga Pembinaan dan Pengaderan Sinode GKJ dan GKI Jateng, Mengenal Pluralitas Kekristenan, 1998.

3. Sugiri, L dkk, Gerakan Kharismatik, apakah itu?, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1991.

4. Kooij, v.R.A & Tsalatsa, Y, Bermain dengan Api, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 2007.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

3 Comments for this entry

  • Agus says:

    Saya seorang suami, istri saya sejak setahun lalu masuk gbi, dan keluar dari gki, tidak mau balik lagi. masalah yg utama buat saya.

    istri saya begitu yakin akan kesaksian pendetanya barnabas
    “beras di rumah tidak pernah habis2, bukan dibeli, atau diberikan seseorang” (maksudnya muncul secara gaib mukjijat. istri pendeta pernah meninggal, setelah ditangisi 8 jam, hidup kembali.

    istri saya bahkan percaya, anak saya tidak sekolah bisa juara satu, saya tidak perlu bekerja bisa dapat uang, dsb.
    bahkan jika sakit, istri saya tidak mau makan obat, cukup dengan minyak oles. bahkan pernah suatu kali saat berhubungan intim, istri saya mengucapkan kata2 yg tidak saya mengerti (mungkin bahasa roh?)

    saya pernah ke gereja istri saya, di sana banyak yang kemasukan roh kudus, bahkan ada yang kemasukan Tuhan Yesus. sebagian menari2, menggerak2an tangan tidak wajar.

    saya bukan tidak percaya mukjijat, tetapi bukan dengan cara membabi buta seperti itu.

    menurut saudara, gmana cara menyadarkan istri saya, selain terus berdoa ?

  • elang meidia says:

    Tunjukkan bahwa rasul paulus pun bekerja. Dan dia punya penyakit yg tdk dapat disembuhkan. Awas nabi palsu bukan dari luar kristen

  • syahdin says:

    saya memerlukan in, untuk mngajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«