suplemenGKI.com

“Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka : “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Matius 14:22-33)

TUHAN YESUS sangat menyadari bahwa misi pelayanan yang DIA kerjakan di dunia amatlah berat. Itu sebabnya DIA selalu mengambil kesempatan untuk menyendiri agar bisa memiliki hubungan intim dengan BapaNya (ayat 23). Namun kesendirian yang dicatat oleh Matius ini bukanlah kesendirian yang ego. Ayat 25 menjelaskan bahwa saat para murid itu berada dalam situasi dan kondisi yang menegangkan akibat angin sakal (baca : badai), maka dengan segera YESUS menghampiri mereka. Saat para murid tidak sadar dan yakin bahwa yang mendatangi itu adalah Guru mereka, YESUS dengan sabar menyadarkan mereka melalui pernyataan, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Realita dan pernyataan TUHAN YESUS melalui peristiwa ini memberikan pengajaran penting bagi kita :
Kita harus menyadari bahwa meskipun kita adalah anak-anak ALLAH, namun kadangkala kita tidak dapat menghindar dari terpaan badai (masalah, pergumulan, dll) dalam hidup kita (ayat 24)
Memang terpaan badai tidak bisa kita hindari dalam hidup ini, namun saat kita mau melibatkan KRISTUS dalam menghadapinya, maka dapat dipastikan bahwa kita akan mendapat ketenangan dan kemenangan (ayat .32)
Hanya iman yang tertuju kepada KRISTUS melalui pengenalan kita yang mendalam, yang membuat kita benar-benar sadar bahwa YESUS adalah ALLAH yang peduli serta penuh kasih kepada kitalah yang memampukan kita bertahan walau badai sedang menerjang biduk kehidupan kita (ayat. 33)
Di suatu senja saya berteduh di sebuah halte karena hujan deras disertai bunyi petir yang menggelegar. Saya gelisah menunggu hujan yang tak kunjung reda, sekaligus takut karena hari makin gelap. Tak jauh dari tempat saya duduk ada seorang anak yang asyik dengan mainan di tangannya. Ia tak bergeming oleh bunyi petir dan derasnya hujan di hari yang beranjak malam itu.
Didorong rasa penasaran sayapun mendekat dan menanyainya,”Dik, apakah kamu tidak takut sendirian di tengah hujan deras dan bunyi petir ini?” Anak itu menoleh pada saya sembari melemparkan senyumnya dan menjawab,”Tidak…..” lalu dia melihat jam tangannya, “Karena 5 menit lagi Ayahku pasti datang menjemputku…”
Rupanya itulah yang membedakan reaksi saya dan anak itu saat sama-sama berada di tengah guyuran hujan dan bunyi petir yangmenggelegar. Saya sangat ketakutan karena tidak ada orang yang bisa saya harapkan untuk menolong saya, sedangkan anak itu tetap tenang karena dia yakin bahwa ayahnya pasti akan datang menjemput dan menolongnya.
Biarlah melalui kebenaran Firman TUHAN hari ini, kita menjadi seorang anak TUHAN yang bermentalitas pemberani dalam mengarungi badai kehidupan dengan iman yang teguh, karena kita yakin bahwa KRITUS pasti siap dan sigap menolong kita, bahkan akan membawa kita tampil sebagai Pemenang. Amin!
-HaYe-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*