suplemenGKI.com

Minggu, 17 Januari 2015

Yohanes 2:6-11

PENGANTAR

Ketika kita melihat sungai mengalirkan air yang begitu jernih, kita pasti merasa segar. Seolah-olah segala kepenatan hilang seketika hanya karena kesejukan air yang kita rasakan. Demikian pula dengan kasih Kristus. Kasih Kristus bagaikan air yang mengalir tanpa henti. Kita yang menerima aliran kasih tersebut harus bertindak aktif untuk meneruskannya pada sesama. Jika pada bagian sebelumnya kita telah belajar dari Maria yang kehadiran-Nya mempedulikan keluarga yang punya masalah, hari ini kita akan melihat bagaimana Yesus melakukan mujizat-Nya yang pertama sebagai tanda ke-Mesiasan-Nya. Ketika kita melihat apa yang dilakukan oleh Yesus, kita juga akan belajar untuk meneruskan karya kasih Kristus kepada mereka yang membutuhkan.

PEMAHAMAN

  • Ayat 7-8         : Apa yang diperintahkan Yesus kepada para pelayan di situ?
  • Ayat9-10        : Apa yang terjadi ketika pemimpin pesta mengecap air yang menjadi anggur itu?

Di dalam pesta tersebut disediakan enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi (ayat 6). Fungsi tempayan dalam perkawinan adalah menyediakan air bagi pembasuhan, sebelum dan sesudah makan. Pada umumnya tempayan dibuat dari batu bukan  tanah liat, untuk menjaga kebersihannya. Yesus menyuruh para pelayan untuk mengisi tempayan tersebut dengan air dan diisi sampai penuh (ayat 7). Para pelayan membawanya kepada pemimpin pesta (ayat 8). Suatu keajaiban yang luar biasa. Air biasa berubah menjadi anggur yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang menghadiri pesta pernikahan. Enam tempayan yang diisi air sekitar dua atau 3 buyung dapat menghasilkan sekitar 700 liter air anggur yang dinikmati oleh banyak orang. Pemimpin pesta pun tidak tahu dari mana datangnya (ayat 9). Pemimpin pesta itu menduga jika yang menyediakan anggur terbaik adalah pengantin laki-laki. Oleh sebab itu ia mendatangi pengantin laki-laki. Kata-katanya kepada pengantin laki-laki menunjukkan betapa kagum dan herannya akan air anggur yang dihidangkan oleh para pelayan (ayat 10). Kehadiran Yesus memberikan kasih yang besar bagi umatNya. Mempelai laki-laki dan perempuan seringkali digunakan untuk menggambarkan relasi Tuhan dengan umatNya. Relasi yang begitu hangat dengan kasih yang tak pernah terhenti dan selalu mengalir dari waktu ke waktu. Melalui kisah ini pula, kita juga diingatkan untuk mengalirkan kasih Kristus, sang Mesias kepada sesama.

REFLEKSI

Dalam keheningan, perhatikanlah  air yang sedang mengalir. Bayangkanlah  kasih TUHAN mengaliri hidup Anda. Sesungguhnya kasih Kristus selalu mengalir setiap waktu. Dalam setiap hal yang terjadi, kasihNya senantiasa bersama dengan kita. Kasih yang sudah diterima tidak dapat dibiarkan dan disimpan saja. Sebagai kekasih Kristus, kita harus bertindak aktif dalam mengalirkan kasih Kristus kepada orang lain melalui sikap, tutur kata, dan tingkah laku sehari-hari. Jika kita belum mengalirkan kasih kepada sesama, berarti kita belum sungguh-sungguh mengenal dan menghayati kasih Allah .

TEKADKU

Tuhan, bimbingku untuk merasakan kasih dan penyertaan-Mu dalam hidupku. Ajarku untuk  memperbaharui  sikap, tingkah laku, dan tutur kataku untuk mencerminkan kasih-Mu pada orang lain.

TINDAKANKU

Hari ini aku akan mengalirkan kasih Kristus kepada mereka yang mengalami kesulitan, melalui pekerjaan dan pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*