suplemenGKI.com
JESUS - Gereja Kristen Indonesia Lukas 24:13-35 Seorang pemuda pekerja keras yang tinggal di sebuah desa terpencil pada suatu hari merasa sulit untuk bernafas, demam dan kepalanya pening sekali. Setelah beberapa hari tak juga kunjung sembuh, pemuda itu mulai panik dan segera lari ke ”orang pintar” yang ada di desa itu. Alangkah terkejut dirinya ketika ia mendengar dari ”orang pintar” itu bahwa dirinya terkena kutukan turunan yang dalam waktu singkat dapat merenggut nyawanya.

Iapun pulang dengan sangat sedih. Dia merasa kerja kerasnya selama ini sia-sia. Dia putus asa dan mulai bermalas-malasan saja di rumah, menunggu hari kematiannya tiba. Beberapa hari kemudian salah seorang temannya yang bekerja di kota datang menjenguknya. Ia menceritakan penyakit yang dia derita. Temannya memberikan semangat padanya dan mengajaknya pergi ke kota, ke tempat penyembuhan yang lebih terpercaya. Dokter mengatakan bahwa ia mengalami infeksi saluran pernafasan yang awalnya karena flu biasa saja. Setelah mengikuti saran dokter dan minum obat, tak lama kemudian iapun sembuh. Perjumpaannya dengan temannya yang peduli dan dengan dokter yang tepat telah memulihkan kembali kesehatan pemuda desa ini. Perjumpaan ini juga telah mengubah pandangannya tentang ”orang pintar” di desanya yang ternyata menyesatkan itu. Ia kinipun giat memberi penyuluhan kepada penduduk desa tentang kesehatan sebagaimana yang ia pelajari dari dokter di kota. Mungkin saat ini ada teman kita atau barangkali kita sendiri sedang mengalami berbagai tekanan hidup seperti yang dialami oleh pemuda dalam cerita tersebut di atas. Tuhan Yesus adalah sahabat yang setia. Dia mengerti dan sangat peduli terhadap semua persoalan yang kita hadapi. Kita tidak perlu mencari pertolongan lain di luar Tuhan Yesus. Seperti dikisahkan dalam Lukas 24:15, Tuhan Yesuslah yang selalu mengambil inisiatif untuk menjumpai kita dan orang-orang yang membutuhkan pertolonganNya. Untuk menjumpai seseorang, Tuhan Yesus bisa saja mengutus seorang hambaNya dalam diri seorang teman, seorang guru, seorang suami atau isteri. Masalahnya seringkali orang terlalu “sibuk” dengan pikiran dan caranya sendiri sehingga ia tidak mengenali dan merasakan kehadiranNya. Jika hari ini, kita sedang dijumpaiNya jangan sampai kita mengabaikan sapaanNya. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang sudah bangkit dan hidup pasti akan mencerahkan cakrawala iman kita dan mengubah keadaan kita. Sama seperti pemuda desa yang diceritakan di atas, kita yang telah dipulihkan dan diubahkan, juga akan diutusNya untuk menceriterakan semua perbuatanNya yang ajaib.
( tana)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«