suplemenGKI.com

Daniel 7: 1-14

Perikop ini merupakan bagian dari penglihatan Daniel di tempat tidurnya melalui mimpi dari Allah. Penglihatan Daniel ini terjadi pada tahun 552 SM atau 13 tahun sebelum kerajaan Babel jatuh. Daniel mendapat kepercayaan dari Allah untuk mengetahui rahasia rencana Allah bagi bangsa Israel maupun Kerajaan Babel pada saat itu. Melalui pengalaman, peristiwa dan situasi khusus yang terjadi pada saat itu – walau tidak semua ayat-ayat ini kita artikan secara hurufiah untuk masa sekarang – namun kita tetap dapat melihat prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan yang masih berlaku pada saat sekarang.

Ke empat binatang melambangkan empat raja yang akan muncul, dengan segala kekuasaannya yang hebat namun mengerikan. Mereka mewakili golongan orang yang menentang Tuhan, yang sombong akan kekuatan dan kekuasaan mereka. Namun ternyata melalui mimpi ini terlihat bahwa sehebat apa pun kekuasaan dan kejahatan yang dilakukan, semua itu tidak ada artinya ketika mereka berhadapan dengan Allah yang disebut dengan “Yang Lanjut Usia”. Sebutan ini memberi penekanan pada kekekalan Allah, termasuk kekekalan kuasaNya yang tidak tergoyahkan dan tergantikan oleh kuasa apa pun juga.

Sampai di bagian ini, mimpi Daniel memberikan kita peringatan agar kita tidak hidup seperti empat binatang yang ada dalam mimpi tersebut. Haus kekuasaan fana hingga tidak peduli bila harus menghancurkan sesama. Bahkan karena merasa diri punya kekuatan dan kuasa hingga tidak mempedulikan keberadaan kuasa yang tertinggi, yaitu Tuhan Allah kita.

Renungan ini menjadi peringatan bahwa dalam hidup ini ada Tuhan yang berkuasa dan itu berarti ajakan bagi kita untuk tunduk pada kekuasaanNya dan bukan sok berkuasa mengatur hidup kita. Kita harus menghentikan segala bentuk/usaha menjadikan sesuatu yang lain sebagai pengganti Allah dalam hidup kita. Jangan tunggu sampai harus ditandingkan dengan kuasa Allah seperti dalam mimpi Daniel, baru kita mau sadar bahwa hanya Tuhan yang harus menjadi sandaran kita. Pertempuran itu pasti mengerikan karena jika itu terjadi, kita akan melihat apa yang kita anggap berkuasa dalam hidup kita menjadi ‘hancur’ dalam kekuasaan Allah (uang, suami, istri, anak, nama baik, jabatan, dll). Alangkah indahnya bila semua kekuatan dan kekuasaan yang sekarang kita miliki tetap dipergunakan dengan bertanggung jawab dan sewajarnya sebagaimana yang Allah kehendaki. Sehingga Allah mendapati bahwa kita tetap menempatkanNya sebagai satu-satunya Penguasa dan Ia tidak perlu menghancurkan hal lain yang mencoba menguasai kita.

Karena Tuhan adalah Penguasa Tertinggi dalam hidup kita, maka tidak boleh ada hal lain yang membuat kita tidak lagi mau tunduk padaNya.
( SunFlow)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*