suplemenGKI.com

Senin, 16 Mei 2011
Kisah Para Rasul 7:55-60

Pada suatu hari pesawat yang membawa kami terbang dari Denpasar menuju Surabaya mengalami goncangan di tengah cuaca yang buruk. Pramugari menyerukan agar semua penumpang mengenakan sabuk pengaman. Saat itu saya ada di dalam pesawat bersama seorang rekan sepelayanan seusai menjalankan tugas pelayanan di Denpasar. Rekan saya mengalami ketakutan, dia menutup mata dan kelihatan pucat pasi. Dia membayangkan pesawat akan jatuh dan berkata: ”saya tidak mau mati sekarang”. Apakah Saudara pernah merasakan takut mati? Beranikah Saudara menghadapi kematian?
Pendalaman teks Alkitab

Ayat 55- 56 : Mengapa Stefanus tidak takut mati?
Ayat 57-58 : Jika Saudara menjadi Stefanus, apakah yang akan Saudara lakukan ketika orang banyak, menyerbu, menyeret dan melempari dengan batu?
Ayat 59-60 : Bagaimanakah Stefanus menghadapi penderitaan yang membawanya pada kematian?

Renungan

Stefanus adalah martyr ( sahid ) pertama dalam Kekristenan. Dia berani mati demi iman dan pemberitaan tentang TUHAN YESUS KRISTUS yang telah bangkit. Stefanus mati muda karena pengenalan dan keyakinan imannya kepada TUHAN YESUS. Ia berani memberitakan kebenaran Firman TUHAN sekalipun diamuk massa yang kemudian membunuhya. Stefanus penuh dengan Roh Kudus. Oleh karena itu dengan penuh keberanian Stefanus menyampaikan kebenaran Firman TUHAN walaupun kemudian ia harus menghadapi kematian. Ia tidak takut mati karena apa yang dia yakini, pikirkan, katakan dan lakukan adalah jelas demi kebenaran Kerajaan ALLAH.

Stefanus siap menghadapi amuk massa dengan iman yang teguh. Matanya hanya ditujukan kepada Sorga, ke tempat dimana ia akan pergi. Ia tidak takut mati karena ia memiliki pengharapan sorgawi. Ia percaya Anak Manusia, TUHAN YESUS sedang menantikannya. Ia percaya TUHAN YESUS menyediakan tempat baginya dan ia telah melihat-Nya berada di sebelah kanan ALLAH Bapa.

Stefanus dirajam oleh massa yang mengamuk namun dengan iman teguh ia menyerahkan rohnya kepada TUHAN YESUS dan memohonkan pengampunan untuk orang banyak yang sedang merajamnya . IA bersikap seperti yang dilakukan TUHAN YESUS di atas salib. Dalam hukuman matinya, Stefanus mengalami persekutuan dengan TUHAN dan Juruselamatnya. TUHAN YESUS melihat Stefanus dan Stefanus melihat TUHAN YESUS. Ini berarti TUHAN YESUS menjaga dan terus menguatkan setiap pengikut-Nya yang mau bersaksi dan menderita bagi-Nya. TUHAN tidak meniadakan penderitaan dari kehidupan para murid, namun justru melalui penderitaan dan kematian itu kemuliaan ALLAH dinyatakan.

Setiap pengikut KRISTUS yang dengan kesungguhan hati beriman akan TUHAN YESUS KRISTUS akan dipenuhi Roh Kudus sehingga memiliki keberanian untuk bersaksi bahkan siap mati demi iman dan kesaksiannya tentang karya besar ALLAH di dalam KRISTUS.

Beranikah Saudara menjadi pengikut dan saksi KRISTUS di tengah dunia ini? Siapkah Saudara menghadapi penderitaan dan kematian demi iman dan kesaksian tentang KRISTUS?

Ingat dan nyanyikanlah lagu KJ 375
Saya mau ikut YESUS. Saya mau ikut YESUS sampai slama-lamanya.
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia.
Saya mau ikut YESUS sampai slama-lamanya.

“ Bagiku hidup adalah KRISTUS dan mati adalah keuntungan”


Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«