suplemenGKI.com

Senin, 11 Januari 2016

Yesaya 62:1-5

PENGANTAR

Menanti kabar baik di tengah-tengah penderitaan yang kita alami, seringkali membuat kita menjadi tidak sabar. Apalagi kalau penderitan itu telah berlangsung sangat lama. Hari ini kita belajar dari kotbah Nabi Yesaya kepada umat Israel yang kala itu sudah tidak sabar menanti kabar keselamatan atas diri mereka. Mereka menanti dibebaskan dari Babel dan kembali pulang ke tanah Israel.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-4 : Bagaimana pemulihan dan pembebasan itu dinyatakan kepada umat Israel?
  • Ayat 5 : Bagaimana perasaan Allah tatkala melihat umat-Nya selesai menjalani “hukuman”?

Yesaya pasal 62:1-5 merupakan sebuah kotbah atau nubuatan Nabi Yesaya kepada umat Israel menjelang pembebasan dan kepulangan mereka ke tanah air mereka. Selama beberapa ratus tahun umat Israel harus “menjalani pendidikan” dari Allah, yakni dengan sementara waktu dibuang ke tanah Babel, oleh karena sikap mereka selama ini yang sangat keras kepala dan keras hati. Pembuangan itu terjadi bukan karena Allah tidak mencintai mereka, tetapi agar umat merasakan bagaimana hidup di bawah pemerintahan penjajah, dan bukan di bawah pemerintahan Allah. Tentu hal ini amat sangat tidak mengenakkan bukan? Coba kita bayangkan, bagaimana rasanya hidup di negeri asing, bukan sebagai turis atau pelancong, tetapi sebagai buruh upahan, dan budak kasar?

Berada dalam situasi demikian tentu membuat Israel menjadi sadar akan kekeliruan sikap mereka selama ini terhadap Allah. Kesadaran itu kemudian membawa umat Israel dalam sebuah sikap pertobatan hati yang diinginkan oleh Allah. Pertobatan itu pulalah yang kemudian membuat Allah segera mengakhiri “penghukuman” Israel, dan membuat Israel semakin bergairah dan bersukacita di dalam penantian akan keselamatan itu. Bahkan melalui nabi Yesaya, Allah bukan hanya akan membebaskan, tetapi akan “merenovasi” umat Israel menjadi bangsa yang bersinar (ay.1), bangsa yang mulia dan benar (ay.2), bangsa yang diagungkan TUHAN (ay.3), dan bangsa yang tak lagi sunyi sepi (ay.4). Sungguh sebuah “hadiah” luar biasa dari TUHAN bagi umatNya ! Bahkan pada ayat 5, Allah turut bersukacita menanti kepulangan umat-Nya.

Penderitaan umat diganti-Nya dengan sebuah kesukacitaan besar. Allah sungguh-sungguh menghargai pertobatan umat, dan mengapresiasiNya dengan sebuah berkat yang luar biasa. Penderitaan yang dialami oleh umat, ataupun yang kita alami saat ini adalah sebuah pendidikan iman yang menolong kita untuk semakin menjadi pribadi yang berkenan dan tahan uji, layaknya umat Israel. Namun percayalah, di akhir masa “pendidikan” itu, sesuatu yang terbaik telah disiapkan oleh Allah. Maka, tak salah apabila kita menanti dengan kegairahan.

REFLEKSI

Ambillah waktu hening, bacalah perikop hari ini secara berulang-ulang, sampai Anda menemukan bagian bacaan yang menyentuh hati. Ayat/bagian manakah yang akan Anda jadikan pegangan dalam menghadapi pergumulan yang sedang Anda alami?

TEKADKU

TUHAN, mampukan aku untuk selalu yakin bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkanku dalam setiap pergumulanku. Aku yakin bahwa sesuatu yang baik telah Kau siapkan bagiku.

TINDAKANKU

Aku akan menanti pertolongan Tuhan dengan penuh iman dan pengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*