suplemenGKI.com

(Yehezkiel 37:1-14 & Yohanes 11:17-44)

Suatu kali ada sekelompok merpati muda akan dijual oleh pemiliknya untuk dijadikan burung dara goreng. Beberapa merpati tua menunjukkan sikap yang aneh tetapi menarik, yaitu mereka mogok makan dan sepanjang hari burung-burung merpati tua itu terbang mengelilingi rumah tuannya.

Ketika dipanggil untuk diberi makan mereka justru semakin cepat terbang mengelilingi rumah tersebut. Kemudian ketika rombongan merpati muda telah dibawa pergi, kelompok merpati tua itu berkumpul di satu tempat dan diam tidak melakukan aktivitas apa-apa. Mereka sedang berkabung. Peristiwa menarik itu menyadarkan kita bahwa sebenarnya naluri kepedulian itu ada di setiap makhluk.

Menyimak bacaan Firman Tuhan baik dalam Yehezkiel 37:1-14 maupun Yohanes 11:17-44, kita dapat menemukan betapa Allah menaruh kepedulian yang amat dalam kepada keadaan manusia yang memprihatinkan (Yeh 37:1-3) Sekalipun sebetulnya keadaan manusia itu adalah karena ulahnya sendiri yang tidak setia kepada Allah (Yeh 36:17-21) tetapi Allah tetap mempedulikan manusia (Yeh 36:24-38) . Satu tujuan kepedulian Allah kepada manusia, agar manusia mengerti bahwa Allah yang kudus itu sangat mengasihi umat-Nya.

Yohanes 11:17-44, peristiwa yang selalu ingin dihindari oleh manusia yaitu kehilangan anggota keluarganya (Lazarus mati). Kematian Lazarus membuat Martha dan Maria begitu bersedih. Dalam kondisi demikianlah Yesus menunjukkan kepedulian-Nya. Bentuk kepedulian-Nya adalah melalui percakapan untuk menguatkan iman (Yoh 11:21-27) dan ikut merasakan kesedihan yang dialami keduanya (Yoh 11:33-35). Dan puncak kepedulian Yesus adalah dengan membangkitkan Lazarus dari kuburnya.

Di tengah-tengah dunia yang semakin hari semakin memprihatinkan ini banyak orang menantikan kepedulian kita, kepedulian yang bukan sekedar basa basi tetapi tindakan konkrit, karena kepeduliaan yang demikianlah yang bernilai bagi sesama kita.

Mungkin anda pernah mendengar cerita tentang seekor anak ayam yang tersesat dari induk dan kelompoknya. Di saat si anak ayam yang malang itu menjerit ketakutan tetapi tidak ada jawaban dari si induk dan kelompoknya, dia didekati oleh seekor elang. Anak ayam itu sudah pasrah dan berpikir pasti akan dimangsa oleh si elang, tetapi ternyata si elang justru membelai, merawat dan mengantar anak ayam ini kepada induknya. Maka selamatlah dia. Ini hanya cerita, tetapi mengingatkan kita tentang sebuah kepedulian.

Mari kita saling mempedulikan satu sama lain, bukan dengan basa basi tetapi seperti Yesus mempedulikan kita sampai mati di atas kayu salib, modalnya adalah kasih yang rela berkorban, tidak mementingkan diri sendiri (Fil 2:5-8). Kepedulian yang demikianlah yang mendatangkan kehidupan. God bless.

(anda)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*