suplemenGKI.com

(Lukas 2:8-20)

 

 

Bacaan Firman Tuhan pada perikop ini menceritakan tentang kabar baik yang disampaikan malaikat kepada para gembala yang sedang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Kabar baik yang disampaikan para malaikat kepada para gembala adalah sebuah peristiwa yang sangat spektakuler dan melampaui pikiran manusia. Allah yang Mahakuasa, pencipta dan pemelihara alam semesta, turun ke dunia dalam rupa seorang bayi mungil yang sederhana dan terbatas. Sebuah berita luar biasa yang tidak mudah dipahami oleh akal manusia yang sederhana ini. Peristiwa yang mau tidak mau membuat setiap orang yang mendengarnya tergetar dalam kekaguman dan tersungkur dalam ketidaklayakan.

Namun, kebenaran yang dahsyat ini hadir dalam peristiwa-peristiwa yang sangat sederhana. Sang Pencipta alam semesta lahir dalam sebuah palungan dalam kandang domba. Terbungkus kain lampin sederhana. Tidak ada pesta pora menyambut kelahirannya. Tidak ada gegap gempita mengiringi kehadirannya dalam dunia ini. Semua terjadi dalam kesederhanaan dan keheningan.

Jika kita menjadi gembala yang menerima kabar kelahiran Sang Juruselamat ini, apakah kita akan percaya bahwa bayi mungil yang lahir dalam kesederhanaan ini kelak akan menjadi Juruselamat manusia? Akankah kita datang dengan hati yang menyembah di hadapan Allah, Pencipta alam semesta ini?

Hari ini kita merayakan dan memperingati Natal, kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Apakah kita datang dengan hati tersungkur mensyukuri karya Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita yang berdosa ini? Ataukah kita datang di hadapan Tuhan dengan banyak pertanyaan dalam hati kita yang membuat kita sulit mengakui bahwa Dia adalah Allah penguasa dan pemelihara hidup kita?

Seperti firman Tuhan dalam perikop ini, kebenaran Tuhan tidak selalu hadir dalam cara yang kita pahami dan sesuai dengan keinginan kita. Adakalanya kita tidak dapat mengerti mengapa rencana Tuhan seperti ini. Jika kita dapat percaya dan tersungkur di hadapan Tuhan untuk semua karya-Nya dalam hidup kita meskipun tidak semuanya kita pahami, itu adalah anugerah Tuhan. Di hari Natal ini, marilah kita datang kepada Tuhan dengan hati yang tersungkur, memuliakan Dia yang Mahamulia. Marilah kita membuka hati kita bagi Dia untuk lahir dalam hati kita. Amin.                                                                                                                                                                                                                                (TA)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«