suplemenGKI.com

Sabtu, 23 Maret 2013

Lukas 19:28-35

Pengantar 
Sekelompok anak SD sangat bersukacita pada saat terpilih menjadi penari yang menyambut kedatangan walikota yang meninjau sekolahnya. Mereka berlatih dan mempersiapkan tarian dengan baik. Mereka merasa beruntung karena terpilih menjadi penari yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan seorang pejabat yang terhormat. Pernahkah Saudara mengalami sukacita yang serupa? Apakah kira-kira para murid KRISTUS juga mengalami sukacita ketika mempersiapkan prosesi Sang Mesias memasuki kota Yerusalem? Marilah kita merenungkan bacaan hari ini!

Pemahaman 
• Tugas apakah yang diberikan YESUS kepada murid-murid-Nya?
• Mengapakah YESUS memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai?

Nabi Zakaria telah menubuatkan beberapa abad sebelumnya bahwa Mesias akan memasuki Yerusalem sebagai Raja yang lemah lembut dan membawa berita damai (Zak. 9:9). Dalam bacaan hari ini kita melihat bagaimana nubuat itu digenapi. Dua orang murid YESUS telah mempersiapkan keledai sebagaimana instruksi yang telah diberikan-Nya kepada mereka (29-35). Kemudian IA mengendarai keledai itu menuju Yerusalem (36), kota yang akan menjadi panggung drama terbesar di dunia pada waktu berikutnya.

Lukas menggambarkan secara detil perjalanan YESUS dari Yerikho menuju Yerusalem. Yerusalem merupakan tujuan akhir perjalanan. Jarak Yerikho ke Yerusalem adalah sekitar 15 mil ( 23 km). YESUS berjalan melalui Betania dan kota kecil Betfage yang berada di bukit Zaitun. Di Betania, YESUS minta dua orang murid-Nya untuk mengambil seekor keledai betina yang muda, yang belum pernah dinaiki siapa pun.

Keledai adalah tunggangan yang dipakai sehari-hari dalam keadaan damai. Inilah hewan yang umum dipakai sebagai tunggangan oleh kalangan miskin di Palestina. Kuda dipakai terutama oleh kalangan yang kaya, atau untuk berperang. Masuknya KRISTUS ke Yerusalem dengan mengendarai keledai merupakan lambang kerendahan hati dan maksud-maksud damai-Nya. Dengan menunggang keledai berarti YESUS adalah RAJA MESIAS yang damai atau RAJA DAMAI. YESUS datang bukan untuk mengajak perang.

Kedatangan YESUS, Sang Raja Damai di Yerusalem memiliki arti penting bagi para murid. Mereka bukan hanya mengikuti YESUS, tapi diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proses menyiapkan prosesi memasuki Yerusalem. Lihatlah sukacita dalam kesigapan mereka mencari keledai dan mempersiapkan pelanan keledai dan jalan yang akan dilalui YESUS. Sesungguhnya yang mereka lakukan dicatat dalam sejarah keselamatan. Kebahagiaan dan sukacita mereka dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Raja damai memberikan inspirasi bagi kita juga.

Sudahkah kita menjadi murid-murid yang siap dan sigap mempersiapkan jalan bagi Sang Raja damai? Sesungguhnya DIA siap memasuki kota-kota kehidupan manusia. DIA membutuhkan kita semua, para murid-Nya untuk mempersiapkan jalan-Nya. Siapkah Saudara diutus TUHAN mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Raja damai? Mari sambut tugas panggilan-Nya ini dengan sukacita.

Refleksi
Dalam keheningan telusuri riwayat hidup Saudara! Adakah tindakan-tindakan yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan KRISTUS, Sang Raja damai dalam kehidupan di sekitar kita? Sudahkah Saudara memfasilitasi terwujudnya damai dalam kehidupan di sekitar Saudara?

Tekadku
TUHAN, jadikanlah aku seorang murid yang siap Engkau utus mempersiapkan kehadiran karya damai-Mu

Tindakanku
Aku akan merintis upaya pendekatan-pendekatan yang membawa kehadiran Sang Raja damai di tengah ketidakdamaian lingkungan sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*