suplemenGKI.com

Senin, 2 Juni 2014
Bilangan 11:24-25

Pengantar
Akhir-akhir ini masyarakat ramai membicarakan tentang pergantian kepemimpinan Indonesia. Orang berlomba-lomba mencalonkan dirinya untuk menjadi pemimpin negeri ini. Pemimpin seperti apakah yang kita inginkan: pemimpin yang berambisi besar pada jabatan dan kekuasaan? Ataukah pemimpin yang mengabdi pada kehendak dan Firman TUHAN? Marilah kita renungkan!

Pemahaman
• Ayat 24: Untuk apakah Musa mengumpulkan 70 orang tua-tua Israel?
• Ayat 25: Mengapa sebagian Roh yang ada pada Musa diambil dan diberikan kepada 70 tua-tua Israel?Apa yang membuat 70 tua-tua Israel kepenuhan seperti nabi?

TUHAN menjawab dua masalah besar yang timbul di tengah perjalanan umat Israel yaitu krisis ketahanan kepemimpinan Musa dan sungut-sungut bangsa Israel yang menginginkan makan daging.TUHAN menjawab Musa lebih dulu.TUHAN memampukan Musa untuk mengumpulkan tujuh puluh orang tua-tua yang akan menolongnya. Oleh karena tugas mereka tidak mudah, tentu mereka membutuhkan urapan Roh TUHAN. Maka TUHAN mengambil sebagian Roh yang ada pada Musa dan menaruhnya atas mereka.Dengan keterlibatan tujuh puluh orang pemimpin baru yang telah beroleh urapan Roh, maka beban Musa diringankan. Kini umat Israel tidak harus semata bergantung pada Musa untuk mendengarkan ajaran dan arahan dari TUHAN.

Jabatan pemimpin hanya mungkin dilakukan dengan urapan Roh TUHAN. Oleh karena itulah Musa dan 70 tua-tua itu mendapatkan Roh TUHAN. Ini berarti tanpa kehadiran Roh TUHAN dalam hidupnya, seseorang tidak akan mampu menjadi pemimpin yang baik. Dengan urapan Roh TUHAN, seseorang diperlengkapi dengan kemampuan dan hikmat untuk melaksanakan tugas kepemimpinan dengan baik. Roh TUHAN-lah yang memampukan seseorang menjadi pemimpin yang mengabdi kepada kehendak TUHAN.

Refleksi
Bila Anda seorang pemimpin, bertanyalah pada diri sendiri: “Apakah saya sudah menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dengan urapan Roh TUHAN hingga saya terus mengabdi pada kehendak TUHAN? Ataukah saya cenderung mengejar ambisi kekuasaan dan mengedepankan kehendak pribadi?

Bila Anda belum menjadi pemimpin, siapkah Anda dipilih dan diurapi oleh Roh TUHAN untuk menjadi pemimpin di tengah keluarga, gereja dan masyarakat?

Tekadku
TUHAN, urapilah aku dengan Roh-Mu agar aku mampu memimpin diri sendiri dan orang lain untuk berjalan seturut kehendak-Mu.

Tindakanku
Aku siap dipakai TUHAN untuk menjadi pemimpin yang berkarya bagi kemuliaan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*