suplemenGKI.com

Ulangan 30:15-20; Matius 5:21-37

Setiap kali kita ingin melanjutkan langkah dalam menjalani hidup ini, selalu kita diperhadapkan pada pilihan. Demikian pula halnya dengan bangsa Israel. Ketika mereka hendak melanjutkan langkah memasuki tanah Kanaan, Musa berkata, “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan”. Sebenarnya Musa bukan memberikan tawaran secara berimbang, sebab pada dasarnya Musa “memerintahkan” (TL: menyuruh) bangsa Israel untuk memilih kehidupan dan keberuntungan, dengan cara hidup mengasihi Tuhan. Tentu saja hal ini dikarenakan cara hidup mengasihi Tuhan adalah pilihan yang terbaik. Bila kita tidak hidup dengan mengasihi Tuhan, maka akibat yang akan kita terima adalah kematian dan kecelakaan.
Hidup mengasihi Tuhan bukanlah memperhatikan kehidupan ritual saja, melainkan kehidupan spiritual. Bukan sekadar menjalankan apa yang tertulis saja, sebagaimana yang diajarkan Tuhan Yesus. Misalnya saja ketika Kristus membahas hukum keenam, jangan membunuh. Kristus mengajarkan agar kita tidak hanya terfokus pada pemahaman hurufiah atau tindakan lahiriah saja, tetapi pada masalah batiniah yang menjadi akar pembunuhan tersebut, yaitu kemarahan dan dendam. Kristus menyinggung dua istilah yang kerap dipakai pada waktu itu, yaitu kafir dan jahil. Kedua istilah ini memiliki konotasi orang tersebut bukan hanya bodoh secara intelektual tetapi juga secara moral. Itu berarti pada waktu seseorang menyebut sesamanya kafir dan jahil, maka sebenarnya dia sedang melakukan pembunuhan karakter. Bukan hanya berhenti sampai di pembunuhan karakter, tetapi juga menanam benih kebencian yang sekaligus membuka pintu terjadinya pembunuhan fisik.
Lalu, bagaimana dengan kita? Bukankah kita juga sedang melanjutkan perjalanan menapaki kehidupan ini? Bagaimana kita menyikapi pilihan hidup yang ada? Renungan kita hari ini mengingatkan bahwa memilih untuk hidup benar adalah pilihan hidup yang terbaik. Namun kita juga perlu ingat bahwa untuk hidup benar, kita harus memperhatikan motivasi dalam melakukan Firman Tuhan. Sekalipun kita seakan melakukan Firman Tuhan tapi bila dengan sikap hati yang salah, maka Tuhan tidak akan berkenan. Selamat memilih hidup benar, selamat hidup dalam ketaatan pada Firman-Nya. Amin.

–RZM–

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*