suplemenGKI.com

Minggu, 29 Maret 2015

Markus 15:1-15

Pengantar

Untuk dapat mendengarkan suara dentingan piano yang indah di tengah kerumunan orang banyak maka orang banyak itu harus diam. Untuk dapat mendengarkan isakan lembut seorang remaja putri di kamarnya yang sengaja diputar musik maka orang tua harus mematikan suara musik itu. Untuk dapat mendengar keluhan sang anak, maka orangtua yang sedang berbicara di telpon harus diam dulu.  Diam bukan berarti tidak berarti. Diam juga sebuah keputusan dan sebuah sikap aktif. Sudahkah kita diam pada saat dimana kita harus diam?

Pemahaman

  • Ayat 1-5         :  Mengapa YESUS diam pada saat diadili?
  • Ayat 6-15       : Mengapa Pontius Pilatus terkesan tidak tegas bahkan tidak berani mengambil keputusan untuk membebaskan YESUS?

Pagi-pagi para pemuka agama Yahudi sudah mengambil sebuah keputusan. Itu artinya keputusan itu bukan sembarang keputusan tetapi keputusan yang penting. Para imam, tua-tua, ahli taurat dan mahkamah agama membelenggu YESUS dan membawa serta menyerahkan-Nya kepada Pontius Pilatus. Di hadapan Pontius Pilatus, YESUS menerima beberapa pertanyaan tetapi Dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. YESUS memilih diam. Pontius Pilatus sangat heran dengan sikap YESUS. Pilatus juga sepertinya sudah sangat memahami pikiran para pemuka agama sehingga dia sangat yakin bahwa mereka juga pasti sudah memprovokasi orang banyak untuk menjatuhkan hukuman pada YESUS. Tetapi meskipun demikian Pilatus tetap mengajukan pertanyaan kepada orang banyak mengenai pembebasan raja orang Yahudi.

Ada tiga sikap yang berbeda dalam teks ini. Pertama, sikap para pemuka agama yang antipati terhadap YESUS dan menginginkan YESUS dihukum mati. Mereka membawa YESUS kepada Pilatus dan pada akhirnya orang banyak meneriakkan, “Salibkan Dia!”. Kedua, Pontius Pilatus seperti orang yang tidak mempunyai prinsip, dia memilih ‘main aman’. Sekilas kita melihat dia pro kepada YESUS, ingin membela YESUS dan ingin membebaskan YESUS. Namun, di sisi lain dia juga lebih mendengarkan suara orang banyak yang sudah diprovokasi oleh imam-imam kepala. Ketiga, YESUS memilih diam. Sikap diam YESUS bukanlah tindakan pasif dan tanpa makna. Sebaliknya, itu merupakan keputusan YESUS yang dengan penuh kesadaran dan visi yang jelas. YESUS mengambil keputusan melakukan kehendak ALLAH, yaitu berkurban bagi keselamatan manusia. YESUS mengetahui apa yang seharusnya Dia lakukan. Mengikuti rancangan BAPA untuk menyelamatkan dunia dan tidak perlu memberi jawab ketika Dia diadili.

Refleksi

Masuklah ke dalam ruang pribadi Saudara atau mungkin ke sebuah taman yang ada di rumah Saudara. Coba rasakan betapa kedamaian ada di dalam diam. Ingat-ingatlah, kapan terakhir Saudara  diam dan diam itu menjadi sikap yang tepat untuk satu tujuan. Bawa kembali diri Saudara ke masa itu dan coba ingat apa yang Saudara rasakan pada waktu itu.

Tekadku

Ya TUHAN, mampukan aku untuk dapat diam pada waktu yang tepat sehingga kedamaian boleh menguasai dunia ini. Mampukan juga aku untuk mengontrol perkataanku.

Tindakanku

Hari ini aku ingin memilih diam dan tidak berkata-kata untuk hal-hal yang tidak penting.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«