suplemenGKI.com

Minggu, 3 April 2011

Bacaan : Yohanes 9 : 18 – 41

Reaksi orang Yahudi semakin keras. Mereka berusaha menyangkal kesembuhan ilahi yang dialami si buta. Mereka menghadirkan orang buta beserta orang tuanya untuk ditanyai. Jawaban mereka tidak memuaskan orang Yahudi. Si buta yang sudah sembuh memberikan kesaksian yang lebih lengkap tentang YESUS, namun orang-orang Yahudi tidak mau membuka hati. Orang Yahudi justru makin tidak tahan dan mengusirnya.

1. Apakah yang menyebabkan si buta berani bersaksi apa adanya di hadapan orang – orang Yahudi?
2. Apa makna pertanyaan YESUS kepada orang yang baru saja sembuh dari buta: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia”?
3. Apakah makna perjumpaan YESUS dengan orang buta tersebut untuk kedua kalinya (setelah ia sembuh dan dipermasalahkan dengan orang-orang Yahudi serta Farisi)?
Renungan


Si buta, menyadari bahwa dirinya semula tidak berguna. Ketika penglihatannya semakin terang dia yakin dapat mengerjakan banyak hal yang bermakna. Anugerah penglihatan itu dianggapnya sebagai modal untuk bersaksi mengenai Kristus yang menyembuhkan. Dia hendak memberikan kesaksian yang sebenar-benarnya, meskipun isi kesaksiannya tidak disukai oleh beberapa orang penting di zaman itu.
Si mantan orang buta ini bertanya “Siapakah Dia, Tuan? Supaya aku dapat percaya kepadanya.” Si mantan orang buta ini belum pernah melihat TUHAN YESUS, tetapi ia mengingat suaraNya yang sedang berbicara dengan dia. YESUS seakan memberi jawaban yang sangat indah: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” Mantan orang buta ini tentu saja bersuka cita. TUHAN YESUS menyatakan bahwa Dialah yang harus dipercayai. Dan dengan spontan dia menjawab “Aku percaya, TUHAN!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.
Apa yang dilakukan si mantan orang buta ini, yaitu menyembah, dalam budaya Yahudi bermakna mengakui YESUS sebagai TUHAN ALLAH. Hanya ALLAH yang boleh disembah. Si mantan orang buta tidak hanya dicelikkan mata jasmaninya melainkan juga mata rohaninya, ia seketika itu dapat melihat ALLAH yang berinkarnasi di bumi!
Setiap saat kita sesungguhnya menerima tanda kebesaran dan kasih TUHAN atas umat manusia. Apakah dengan tanda yang diberikan TUHAN membuat hati kita semakin terbuka dengan karya TUHAN? Kita diingatkan supaya segera tanggap dan membuka hati terhadap kebenaran karya ALLAH yang dinyatakan.
Mari menyambut tanda kebesaran TUHAN dengan iman yang dewasa agar mata rohani kita senantiasa dicelikkan untuk dapat mengenal TUHAN dengan benar.

“Membuka hati membuat kita semakin mengenal karya kasih TUHAN, Sang Terang sejati.
Membuka hati mengantar kita berani bersaksi dengan benar tentang TUHAN, Yang Rahmani”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*