suplemenGKI.com

Sabtu, 16 Januari 2015

Yohanes 2:1-5

PENGANTAR

“Kepedulian” merupakan suatu sikap yang mengindahkan sesuatu yang terjadi di masyarakat maupun keluarga sendiri. Tidak semua orang memiliki sikap peduli yang tinggi. Tingkat kesibukan yang sangat tinggi membuat orang lupa akan sesamanya. Bahkan sangat disayangkan bila sebagai umat Tuhan, kita juga tidak memiliki rasa peduli terhadap saudara seiman kita yang mengalami pergumulan maupun sakit penyakit. Sepertinya kita mulai lupa dengan sebutan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dengan orang-orang disekitarnya. Hari ini kita akan belajar dari Maria yang memiliki kepedulian terhadap sesamanya dalam suatu peristiwa di Kana.

PEMAHAMAN

  • Ayat 3             : Mengapa Maria mengatakan peristiwa kekurangan anggur pada Yesus?
  • Ayat 4             : Apa respon Yesus atas perkataan Maria?
  • Ayat 5             : Apa yang dilakukan oleh Maria ketika ia mendengar respon Yesus seperti yang tertulis dalam ayat 4?

Mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah ketika Ia mengubah air menjadi anggur pada kisah perkawinan di Kana. Terlepas dari mujizat tersebut, kita perlu mengarahkan pikiran kita pada sosok Maria. Yohanes 2:1-2 memulainya dengan menceritakan Yesus dan murid-muridNya beserta ibuNya, diundang ke perkawinan di Kana. Sorak sorai dan sukacita pesta hampir saja hilang karena kekurangan air anggur. Anggur pada jaman Yahudi merupakan minuman yang utama pada saat pesta perkawinan. Maria yang mengetahui hal tersebut, segera memberitahukan pada Yesus (ayat3 ). Maria mengatakan hal ini bukan tanpa alasan. Dalam hal ini kita melihat bahwa Maria sangat peduli pada permasalahan keluarga yang empunya pesta perkawinan tersebut. Maria meminta tolong kepada Yesus untuk melakukan sesuatu karena Maria tahu bahwa Yesus punya kuasa. Saat itu orang belum tahu siapa Yesus. Maria bukan hanya hadir, tetapi ia menolong keluarga tersebut dengan meminta Yesus untuk menyatakan kuasaNya. Yesus adalah solusi dari setiap permasalahan.

Melalui sikap peduli Maria terhadap masalah yang terjadi pada pesta perkawinan di Kana, kita diingatkan untuk peduli pada orang-orang yang memiliki masalah. Tidak berhenti pada sikap peduli saja, tetapi kita juga menolong dengan meminta kuasa Tuhan dalam diri Kristus untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

REFLEKSI

Dalam keheningan, bayangkan Anda sedang berada di tengah banyak kawan yang sedang bermasalah. Apakah kehadiran Anda di gereja, keluarga, masyarakat, sudah memberikan dampak yang positif yang memberi pencerahan atau justru sebaliknya? Sebagai wujud nyata kepedulian Anda terhadap sesama, sikap dan tindakan apakah yang Anda lakukan ketika melihat orang yang Anda kenal mengalami masalah?

TEKADKU

Tuhan ajarku peduli terhadap orang-orang disekitarku. Biarlah kehadiranku membawa kesejukan dan memberikan motivasi bagi mereka yang mengalami permasalahan hidup.

TINDAKANKU

Hari ini aku akan mendatangi anggota keluarga/jemaat gereja/tetangga yang sedang menghadapi permasalahan hidup maupun sakit penyakit. Aku akan membawa buah tangan untuk mereka, mendengarkan sharing mereka, serta mendoakan pergumulan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*