suplemenGKI.com

Salah satu tugas dan panggilan anggota jemaat adalah melaksanakan misi gereja dengan mewujudkan trilogi panggilan gereja: persekutuan, kesaksian dan pelayanan, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. (Tata Laksana ps 68 butir 1a). Makna panggilan Allah bersifat spiritual dengan bersedia hidup dalam anugerah Allah, karena Allah yang menghendakinya.
Karena itu jemaat perlu menyadari bahwa semua yang dikerjakan semata-mata karena  anugerah dan kehendak Allah yang memanggilnya. Bacaan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:43 tersirat kata: “Ikutlah Aku”. Singkat,  jelas tapi penuh makna, tapi juga ada konsekuensinya. Yesus berkata: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”  (Matius 16:24).
Banyaknya aktivitas di gereja tidak bisa dijadikan indikator kedekatan seorang dengan Allah. Apa lagi menjadikan kebanggaan atas keberhasilannya atau sebaliknya keputusasaan karena kegagalan. Semuanya terpulang kepada Allah yang memanggil kita sesuai dengan rencana Allah sendiri. (Roma 8:28).
Karena itu mari kita tanggalkan atribut, latar belakang sebagai way of life pribadi, baik kebiasaan, ambisi pribadi, terutama mendominir langkah-langkah strategis gereja dalam kerangka memenuhi tugas panggilanNya. Segala kebijakan yang ditempuh harus dihindari dari vested interest atau kepentingan pribadi maupun kelompok. Gereja harus steril dari rekayasa manusia atau kalau dalam dunia politik ada istilah dipolitisir. Pada dasarnya panggilan Allah adalah panggilan yang mulia yang diberikan kepada kita, asal kita mau selalu diperbarui oleh dan melalui karya Roh Kudus.
Samuel, Daud, Paulus dan murid-murid Yesus yang pertama telah dipanggil untuk melayani. (1 Samuel 3, Mazmur 139, 1 Korintus 6 dan Yohanes 1:43-51). Semua bacaan leksionari ini terdapat satu benang merah yaitu panggilan spiritual bagi setiap pribadi dengan cara Allah sendiri. Dalam konteks yang  lain, panggilan spiritual dipakai istilah “panggilan sorgawi” (Filipi 3:14)  dan “panggilan kudus”  (2 Tim 1:9).
Di awal tahun yang baru ini mari kita perbarui komitmen  kita terhadap panggilan Allah dengan pembaharuan spiritualitas kita, taat pada Firman-Nya dan setia pada janji Allah. Perjamuan Kudus hari ini, mengingatkan kita bahwa kita telah dibeli dan harganya lunas dibayar.
(1 Kor 6:20). Besediakan kita mempersembahkan tubuh kita untuk  memuliakan Allah kini dan seterusnya? Amin.
WP

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*