suplemenGKI.com

Bacaan: Lukas 9:28-36

Manusia mudah tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang heboh atau hal-hal yang mengherankan. Maka media masa dan televisi berlomba-lomba menyajikan acara-acara yang spektakuler, baik itu nyanyi, musik,drama,film,pesulap dan lain lain. Biasanya acara yang paling spektakuler ditunggu banyak orang. Penyajian hiburan(lewat media TV) berharap penontonnya menjadi puas dan bahkan mengenang acaranya. Seberapa lama penonton itu mengenangnya? Biasanya bergantung juga dengan acara-acara lain yang akan ditampilkan di depannya, kalau ada acara yang dianggap bagus atau bahkan lebih bagus, maka yang lalu mudah dilupakan, demikian sebaliknya.
Pada bacaan ini diceritakan bahwa Petrus, Yohanes dan Yakobus, diberi kesempatan untuk menyaksikan hal yang sangat spektakuler, dimana rupa Yesus dan pakaiannya berubah menjadi berkilau-kilau, dan mereka juga melihat Tuhan Yesus sedang bercakap-cakap dengan nabi Musa dan Elia. Dalam keadaan yang luar biasa ini Petrus ingin sekali menikmati suasananya lebih lama, sehingga ia mengusulkan kepada Tuhan Yesus untuk membuat 3 kemah, satu untuk Tuhan Yesus, nabi Musa dan nabi Elia. Namun baru saja ia berbicara, mereka bertiga dinaungi awan dan terdengar suara:”Inilah anakKu yang Kupilih,dengarkanlah Dia”. Setelah mereka mendengar suara itu, mereka hanya melihat Tuhan Yesus sendiri saja.
Peristiwa ini mengandung beberapa pesan: Pertama, peristiwa ini ingin menegaskan siapakah Yesus yang sesungguhnya. Pada bagian sebelumnya Yesus pernah bertanya: Siapakah Aku ini? Mereka memberikan jawaban yang bermacam macam (ay 18-21). Pada peristima ini Yesus memberikan jawaban secara langsung kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia adalah Mesias dari Allah yang penuh kemuliaanNya. Kedua, Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa misi-Nya ke dalam dunia ini, adalah menuju ke salib, menuju kepada penderitaan demi umat manusia yang berdosa. Ketiga, peristiwa Yesus dipermuliakan sangat sebentar, dan setelah itu mereka menjumpai kehidupan sehari-hari seperti biasanya. Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus ingin murid-muridnya jangan hanya terpana dengan kemuliaan Tuhan Yesus di atas gunung saja, namun harus berkarya di dalam dunia nyata dengan terus beriman kepada Tuhan Yesus.
Bagaimana peristiwa Transfigurasi (penampakan kemuliaan Tuhan Yesus) di atas gunung berpengaruh pada kehidupan kita? Misi Yesus di dalam dunia ini sangat jelas sekali,bagaimana dengan misi kita di dalam dunia ini? Berapa banyak karya kita yang kita kerjakan dengan didasari iman kepada Yesus Kristus?
Selamat berkarya untuk mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan.
( T.A )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«