suplemenGKI.com

Tidak dapat dipungkiri, suami atau ayah adalah kepala keluarga. Sebagai kepala keluarga ia bertanggungjawab memenuhi kebutuhan keluarga : pangan, sandang, papan dan kebutuhan yang lain. Tetapi kepala keluarga adalah juga imam bagi keluarganya, Imam atau pontiffex (latin) adalah orang yang menjembatani atau yang mempertemukan keluarganya dengan Tuhan. Karenanya Yosua berkata : ”….aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” (Yosua 24 : 15) Sebagai kepala keluarga, Yosua menggunakan wibawanya untuk membawa dan memimpin keluarganya berbakti hanya kepada Yahweh, Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub. Ibadah kepada Tuhan bersama seluruh keluarga menjadi mudah bagi Yosua sebab ia lakukan itu sejak anak-anaknya masih kanak-kanak.

Ortu (orangtua) juga harus pandai-pandai menciptakan kebersamaan dalam keluarga dalam suasana riang dan kasih. Ortu melontarkan gagasan dan rencana lalu minta tanggapan dari anggota keluarga. Anak-anak yang pendapatnya didengar dan diterima akan bertumbuh menjadi orang dewasa yang memiliki citra diri yang baik karena dari awal hidupnya ia di ”orangkan”.

Anak-anak berhak mendapat sekolah yang baik. Anak-anak juga membutuhkan keteladanan dan ortu adalah instansi pertama yang harus menjadi teladan baik bagi anak-anaknya. Amin.

Siramput

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*