suplemenGKI.com

Mazmur ini berasal dari zaman sesudah pembuangan. Keadaan mereka sudah dipulihkan, tetapi belum pulih seperti keadaan semula.

  1. Ayat 5-8: Apa yang menjadi permohonan pemazmur?
  2. Bagaimana kesan Anda terhadap keseriusan doa permohonan pemazmur?  Bagaimana bila Anda coba membandingkan dengan doa pengakuan dosa Anda?
  3. Ayat 1-4: Keyakinan apa yang melatarbelakangi permohonan pemazmur?
  4. Ayat 9-13: Apa yang menjadi kerinduan dan ajakan pemazmur kepada seluruh umat setelah mengalami pemulihan dari Tuhan?
  5. Kehidupan kita sebagai orang Kristen tidak luput dari dosa, karena itu melalui renungan hari ini, simpulkanlah apa yang harus dilakukan orang Kristen terhadap Tuhan dalam jatuh bangun perjuangannya hidup dalam kekudusan?

 

Renungan

Mazmur ini dibuka dengan pengakuan iman pemazmur yang melatarbelakangi keberanian pemazmur menaikkan permohonan kepada Allah.  Pemazmur meyakini bahwa Tuhan sudah memulihkan keadaan Yakub, ini berarti Tuhan mengampuni umatNya. Tuhan tidak terus menyatakan murkaNya.  Namun pengakuan iman ini tidak disampaikan dengan nada gembira, tetapi dengan kepedihan hati.  Mengapa? Karena pengakuan iman ini diucapkan oleh orang yang menderita (ay.6-7).  Apa yang menjadi penderitaannya tidak dikatakan, tetapi bagaimanapun juga pemazmur sedang memohon agar mereka kembali mengalami kasih setia Allah dan keselamatan yang dariNya. Permohonan agar Tuhan memulihkan umatNya. Permohonan seperti pemazmur ini mengajak kita untuk merenungkan betapa seriusnya dosa di hadapan Allah dan seserius itu pula kita harus mengakui dan memohon pengampunan Tuhan. Bukan doa asal mengakui dan memohon. 

Di ayat-ayat selanjutnya, pemazmur menyatakan tekad dan kerinduannya agar umat tidak jatuh kembali dalam kebodohan, melainkan hidup makin dekat dengan Tuhan.  Hidup dalam suasana keadilan dan kasih dengan sesama, sehingga murka Tuhan tidak akan terjadi lagi dan mereka semua mengalami kebaikan Tuhan. Semua pengalaman pahit membuat pemazmur sadar bagaimana umat harus menjalani kehidupan yang lebih di masa yang akan datang, walau ia tahu Allah tidak akan menolak memberikan pengampunan dan pemulihanNya.  Kasih setia dan kebaikan Allah bukan untuk dipermainkan, tetapi untuk membuat kita sadar bagaimana meresponi kasih setia Allah.  Pengampunan yang diberikan tidak membuat kita bermain-main dengan anugerahNya, melainkan hidup dalam kebenaran firmanNya. 

 

Keseriusan kita memandang kekudusan Allah akan melahirkan keseriusan yang sama dalam pengakuan ketidakkudusan kita dan permohonan pengampunanNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*