suplemenGKI.com

Kamis, 19 Agustus 2010
Ibrani 12:18-24

Hidup dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sungguh berbeda. Orang-orang Kristen tidak lagi hidup dalam Perjanjian Lama melainkan memasuki Perjanjian Baru.
Ayat 18-20 : Bagaimanakah gambaran hidup beriman dalam Perjanjian Lama yang digambarkan ayat ini?
Ayat 21 : Mengapa Musa sangat ketakutan dan sangat gemetar?
Ayat 23-24 : Bagaimanakah gambaran hidup beriman dalam perjanjian Baru yang digambarkan ayat ini?

Renungan:

Orang-orang Kristen seharusnya tidak takut gagal beriman kepada TUHAN karena telah memiliki keuntungan-keuntungan hidup dalam KRISTUS yang tidak dimiliki oleh orang-orang jaman PL. Dalam bacaan hari ini, perbedaan hidup dalam jaman Perjanjian Lama dan baru diungkapkan dengan memperbandingkan pengalaman iman Israel di gunung Sinai, tempat hukum dan Perjanjian Lama dengan pengalaman iman Israel dalam Yerusalem Sorgawi di Gunung Sion, tempat Perjanjian baru yang diperantarai oleh KRISTUS. Yang dipersoalkan adalah masalah teologis yang mendasar tentang “mendekati ALLAH”. Pendekatan orang-orang Israel kepada ALLAH dalam suasana takut dan gemetar (ay 21). Sebaliknya orang-orang Kristen, berkat kurban penyelamatan KRISTUS, mendekati ALLAH dalam kepercayaan dan kemuliaan.
Gambaran orang- orang Israel di Gunung Sinai dalam ayat 18-21 dilukiskan dengan rincian yang diambil dari Kel 19 dan bagian PL yang lain. Bagian –bagian itu dipilih umtuk menekankan aspek menakutkan dan menyeramkan dari pengalaman Perjanjian Lama berlawanan dengan gambaran dari gunung Sion ( ayat 22-24). Hidup dalam Perjanjian Lama bersifat duniawi, kelihatan, menakutkan dan berada dalam larangan-larangan. Hidup dalam Perjanjian Baru bersifat sorgawi, tidak kelihatan serta mulia dan penuh kasih karunia. Di padang gurun orang-orang Israel berdiri di depan gunung yang dapat disentuh dan api yang benar-benar menyala. Tempat itu diliputi oleh awan-awan dan gelap gulita serta angin badai yang merusak. (ay 18). Mereka mendengar bunyi sangkakala dan bunyi suara yang mengucapkan kata-kata (ayat 19). Seluruh penampakan itu menakutkan sehingga orang-orang mohon supaya berhenti (Kel 20:18,19). Mereka pun takut akan kehilangan hidup mereka (ayat 20). Bahkan Musa sendiri diliputi ketakutan (ayat 21). Sinai adalah gambaran betapa sulit dan seramnya mendekati ALLAH dalam jaman PL.
Betapa berbedanya dengan pengalaman mendekati ALLAH yang dialami orang-orang Kristen. Kita datang kepada kenyataan-kenyataan sorgawi yang tidak kelihatan. Kita datang kepada gunung dan kota ALLAH yang sebenarnya, tempat ALLAH berdiam, kepada beribu-ribu malaikat dan kumpulan meriah (ayat 22), kepada jemaat orang-orang terpilih dengan warisan sorgawi; kepada satu-satunya ALLAH yang menguasai segala sesuatu sebagai Pembela kita; kepada YESUS, Pengantara dari Perjanjian Baru; dan kepada darah yang dipercikkan yang memberitakan pengampunan dosa, yang berlawanan dengan darah Habel yang berseru menuntut pembalasan (Kej 4:10). Berlawanan dengan suara di Sinai, Suara YESUS menawarkan kepada mereka selamat datang dan damai sejahtera yang pasti ( ayat 24).
Karya YESUS sebagai Imam Besar adalah karya yang meliputi segala sesuatu dan yang berfungsi sebagai mahkota. DIA membagi-bagikan kepada semua orang yang datang kepada-Nya segala berkat perjanjian yang dijanjikan dan sekarang dikokohkan dan disahkan untuk selama-lamanya oleh darah-Nya yang sudah ditumpahkan dan dipercikkan. Darah percikan dalam ayat 24 menunjuk pada kematian YESUS yang ditafsirkan sebagai kurban perjanjian
Mengetahui perbedaan jalan mendekati TUHAN dalam Perjanjian Lama dibandingkan dengan Perjanjian Baru amatlah penting. Kesadaran ini akan menghantar orang-orang Kristen untuk mensyukuri hidup baru di dalam KRISTUS dan tidak kembali pada kehidupan lama. Jika kasih karunia dan damai sejahtera ditawarkan kepada kita, mengapa memilih jalan yang menyulitkan hidup kita? Yakinlah bahwa jalan baru yang kita lalui di dalam KRISTUS adalah jalan damai sejahtera yang yang mengantar kita menuju sorga sukacita.

Hidup mendekat kepada ALLAH di dalam YESUS mendatangkan ketenteraman bukan keseraman

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*