suplemenGKI.com

Yer. 31:7-9 ; Maz. 126 ; Markus 10:46-52

Beberapa waktu lalu, harian Kompas pernah memuat kisah tentang Mak Tino, seorang perempuan tua berusia 63 tahun asal Cilacap. Sehari-hari ia bekerja sebagai pengumpul beras sisa yang jatuh dari truk pengangkut beras di pasar induk Cipinang. Rata-rata per hari ia bisa mengumpulkan 5 kilogram beras, yang dijualnya untuk makanan ayam seharga lima ribu rupiah. Dengan pendapatan seadanya itu, ia mampu menyekolahkan tiga anaknya sampai lulus SMP di kampungnya. Mak Tino tidak pernah menyesali jalan hidupnya. Ia sadar betul, itulah “bagian perjuangan” yang harus ia jalani.
Jika manusia berbicara mengenai penderitaan, dan ingin menghilangkannya, maka hal itu adalah sebuah kesia-siaan, sebab penderitaan adalah bagian dari hidup yang harus dijalani. Penderitaan bukan melulu akibat dosa yang kita lakukan, tetapi bisa juga menjadi salah satu cara Tuhan mendidik kita. Oleh karena itu jika kita bersikap sabar dan terus bertahan di dalam penderitaan itu, Tuhan tidak akan membiarkan kita terus hidup dalam keadaan seperti itu.
Jika kita mau berseru dan datang kepadaNya maka Tuhan akan memulihkan hidup kita. Dalam Yer 31:9, digambarkan bahwa Allah adalah Pribadi yang begitu dekat dengan mereka yang menderita. Dia tidak hanya berkenan menolong, menghibur, bahkan penderitaan itu diganti dengan kesukacitaan. Kesedihan yang mendalam dan menabur sambil bergumul dalam doa akan mendatangkan berkat-berkat dari Allah berupa pembaharuan, kebangunan, dan perbuatan ajaib. Orang percaya diyakinkan bahwa apa yang mereka taburkan dengan rajin sekarang ini akan diberkati dengan berlimpah-limpah oleh Allah di masa depan. Seperti layaknya seorang buta yang dicelikkan, dia bisa menyadari kehadiranNya, dan penderitaannya diganti menjadi sukacita.
Saat ini mungkin Anda sedang mengalami ketidakadilan, pergumulan yang berat dalam keluarga, masalah pekerjaan, masalah ekonomi dan lain-lain. Sadarilah kehadiranNya, mata yang dicelikkan adalah mata hati kita, yang berkenan memandang sebuah penderitaan sebagai peluang dan kesempatan untuk dapat lebih dekat kepadaNya, dan menyatakan kasihNya di dalam kehidupan. Hidup dipulihkan, tidak semata-mata karena penderitaan diganti dengan kesukacitaan, melainkan karena kita dapat bertahan dalam penderitaan, dan menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Karena, kebahagiaan yang sebenarnya adalah ketika kita tahu bahwa Tuhan menjadi teman seperjalanan di dalam kehidupan kita. Jadi, marilah kita menabur bagi Allah kesetiaan, kebenaran, dan doa syafaat, kendatipun mengalami kepedihan karena mengetahui bahwa akan ada tuaian berkat Allah yang besar
Tuhan memberkati
JERIH LELAH KITA SELAMA MENABUR BENIH
TIDAK AKAN SIA-SIA
PETA

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*