suplemenGKI.com

Selasa, 11 Desember 2012

Yesaya 12:1-6

Pengantar

Kekeringan membuat setiap orang menderita. Di daerah-daerah tertentu air dijual dengan harga yang relatif mahal. Tanpa air kita tidak bisa melakukan aktifitas berkebun, mencuci, mandi, minum, dan sebagainya. Air adalah sumber kehidupan. Tanpa makan, manusia tetap dapat hidup lebih dari 5 hari. Tetapi, tanpa air, manusia tidak dapat hidup lebih dari 5 hari. Air menjadi salah satu penunjang kehidupan manusia yang penting. Hal inilah yang dihayati oleh Yesaya. ALLAH dihayati sebagai sumber mata air yang membuat setiap orang yang menimbanya menjadi bahagia dan terlepas dari dahaga.

Pemahaman
Ayat 1-3 : Apakah keyakinan iman yang hendak ditegaskan Yesaya ?
Ayat 4-6 : Mengapa umat bersyukur dan bermazmur bagi TUHAN?

Bacaan hari ini merupakan mazmur / nyanyian syukur yang diucapkan seseorang yang menderita tetapi tertolong dan dibebaskan oleh TUHAN. Penderitaan umat digambarkan seperti orang yang sedang kehausan di tengah padang gurun yang kering dan panas. Mereka sangat menderita akibat dosa-dosa mereka sendiri. Syukurlah murka TUHAN telah surut.

Dalam kondisi haus, kering dan tandus, TUHAN, Sang Sumber keselamatan datang memberikan mata air keselamatan. Semua orang bebas menimba air yang memancar dari mata air keselamatan itu. Keselamatan yang dialami orang beriman memancar bagaikan air memancar dari mata air, terus mengalir tiada henti. Sungguh karya TUHAN yang menyelamatkan terus mengalir dalam hidup orang beriman. Hal ini perlu disyukuri. Ekspresi syukur itu dapat diwujudkan dengan menceritakan karya TUHAN yang menyelamatkan kepada setiap orang

Apakah Anda merasakan mata air keselamatan memancar dalam hidup Anda? Orang yang dapat merasakan hidupnya dialiri keselamatan yang terus memancar, ia tidak akan pernah kehilangan pengharapan apalagi putus asa. Ia selalu memiliki iman yang segar.

Di tengah keringnya pengharapan banyak orang yang diterpa aneka problem kehidupan, diperlukan kehadiran orang-orang yang menawarkan segarnya mata air keselamatan. Apakah Anda mau menjawab panggilan ini?

Refleksi:
Berdiam dirilah beberapa saat dan bayangkanlah Anda sedang berada di dekat mata air yang airnya mengalir jernih dan menyegarkan Anda. Itulah gambaran mata air keselamatan anugerah TUHAN yang mengalir dalam hidup Anda. Apakah yang akan Anda katakan kepada TUHAN ketika menikmati segarnya mata air keselamatan itu?

Tekadku: 
TUHAN, aku sungguh bersyukur atas karya keselamatan TUHAN yang terus bekerja dalam hidup ini. Kini aku mau meyakinkan orang lain akan mata air keselamatan anugerah TUHAN yang memancar dalam hidup mereka.

Tindakanku:
Hari ini aku akan mengunjungi/menelepon/mengirim sms teman (atau keluarga) yang hampir kehilangan iman dan pengharapan pada TUHAN karena persoalan hidupnya. Aku akan berbagi kesegaran mata air keselamatan yang kualami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*