suplemenGKI.com

Rabu, 18 Mei 2011
Mazmur 31:15-16

Pada saat gempa melanda Jogja pada tahun 2006, saya merasakan ketakutan luar biasa. Kala mata melihat lantai dan atap rumah bergoncang, tubuh pun tak mampu bertahan seimbang, telinga mendengar suara gemuruh, hati menjadi ciut, pikiran pun tak mampu melihat jauh. Spontan pengharapan tereskpresikan dalam sebuah teriakan: “ TUHAN YESUS, tolong !”

Pada waktu itu saya tidak sempat berpikir banyak, hanya satu yang ada dalam pikiran saya yaitu nama TUHAN. Hanya TUHAN yang diingat di tengah situasi gawat darurat. Pernahkah Saudara terjepit dalam situasi gawat darurat?

Pendalaman Teks Alkitab

Ayat 15 : Apakah makna kalimat: “ Engkaulah ALLAH-ku”?
Ayat 17 : Apakah konsekuensi pernyataan: “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu”.

Renungan

Di tengah pelarian dan kejaran musuh, Daud mengarahkan hati dan pikiran untuk berkonsentrasi pada ALLAH. Daud mempercayakan hidupnya pada ALLAH. ALLAH adalah Pribadi yang disembah dan dijunjung tinggi. Oleh karena itu hati, pikiran dan hidup Daud berpusat pada ALLAH; Daud menjadikan ALLAH sebagai andalan hidupnya. Daud sungguh meyakini bahwa masa hidunya ada dalam tangan ALLAH. Oleh karena itu ia menyerahkan hidupnya sepenuhnya dalam kuasa pemeliharaan ALLAH juga di tengah situasi gawat darurat. Sekalipun ALLAH tak kelihatan, namun kehadiran-Nya dapat dirasakan, kuasa-Nya dapat dibuktikan.

Daud mengimani bawa masa hidupnya ada dalam tangan TUHAN. Iman yang seperti ini mengandung konsekuensi yaitu menyerahkan setiap detik kehidupan dalam tangan TUHAN, apa pun yang terjadi; bahkan di tengah situasi genting dan terjepit. TUHAN harus menjadi Pribadi yang kita sebut pertama kali, dan andalan utama dalam hidup ini. Bagaimanakah agar dalam situasi darurat secara spontan kita berseru kepada TUHAN? Tentu apabila TUHAN menjadi fokus utama dalam kehidupan sehari-hari. Daud mengalami kedekatan dengan TUHAN setiap hari, dan karenanya di tengah situasi gawat darurat, ia mengungkapkan iman “masa hidupku ada dalam tangan TUHAN”.

Manakah yang lebih menunjukkan penghayatan iman Saudara: masa hidup Saudara ada dalam genggaman Saudara ataukah dalam genggaman TUHAN? Tidak sedikit orang yang merasa masa hidupnya adalah miliknya sendiri sehingga tidak menempatkan ALLAH sebagai andalan hidupnya. Betapa banyak orang yang masih memilih jalan pintas, mencuri, korupsi, dll. untuk menyelamatkan atau pun membahagiakan dirinya sendiri. Mereka menghayati masa hidupnya ada di tangannya sendiri. Sedangkan orang yang menghayati masa hidupnya ada dalam tangan TUHAN akan selalu melibatkan TUHAN dalam tiap detik kehidupannya, bahkan ditengah situasi darurat sekalipun.
Kita bersyukur kalau masa hidup kita ada dalam tangan TUHAN sebab seberat apa pun persoalan yang terjadi dalam hidup kita, kita tak akan menanggungnya sendirian, sebab TUHAN pasti tak tinggal diam. Terus berserulah pada TUHAN, dan rasakanlah TUHAN terlibat aktif dalam memandu langkah kehidupan setiap hari, setiap jam dan setiap detik kehidupan kita.

Ingat dan nyanyikanlah KJ 457
Ya TUHAN tiap jam ku memerlukan-Mu. Engkaulah yang membri sejahtera penuh.
Setiap jam ya TUHAN, Dikau kuperlukan. Kudatang Juruselamat, berkatilah!

Ya TUHAN tiap jam ku puji nama-Mu. TUHAN-ku yang kudus, kekal ku milik-Mu!
Setiap jam ya TUHAN, Dikau kuperlukan. Kudatang Juruselamat, berkatilah!

“Setiap tarikan nafas kita adalah hembusan Roh ALLAH yang menghidupi kita: rasakanlah!”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*