“Ambil dan Bacalah” Edisi ke-22 Bln Januari Tahun 2009

G K I R e s i d e n S u d i r m a n S u r a b a y a

Kenalkah Saudara dengan Martin Luther? Nama Martin Luther sangat dikenal dalam sejarah gereja Kristen Protestan. Bahkan ada gereja-gereja yang menjadi pengikutnya dengan menyebut diri sebagai gereja Lutheran. Anda ingin mengenal Martin Luther dan gereja Lutheran? Silakan menyimak tulisan berikut ini.

Ambil dan bacalah!

Siapakah Martin Luther dan apa peranannya dalam sejarah gereja?

Martin Luther (Martinus Luther) dikenal sebagai seorang tokoh reformator di Jerman pada abad ke-16. Ia lahir pada tanggal 10 November 1483 di Eisleben dari suami istri yang bernama Hans Luther dan Margaretha. Martin Luther hidup di tengah keluarga petani miskin yang setia kepada gereja. Sejak muda, ia dididik untuk takut kepada TUHAN, sesuai dengan ajaran gereja pada zaman itu. Luther mengenal KRISTUS sebagai Hakim yang keras dan penuh murka.

Semula Luther diharapkan ayahnya menempuh studi hukum. Pada usia 21 tahun (tahun 1505) ia meninggalkan bangku kuliah lalu menjadi rahib (biarawan), walaupun orang tuanya tidak setuju. Luther memasuki biara Serikat Eremit Agustinus yang terkenal keras.

Di dalam biara, Luther berusaha memenuhi peraturan-peraturan biara lebih daripada biarawan lainnya. Luther nampak paling saleh dan paling rajin diantara para biarawan. Ia juga seorang yang serius, tekun dan pandai, karena itulah ia ditugasi belajar teologi. Luther ditahbiskan menjadi imam tahun 1507, dan mendapatkan gelar doktor di bidang studi Kitab Suci pada tahun 1512, kemudian diangkat menjadi guru besar teologi di universitas Wittenberg. Jabatan guru besar disandang sampai akhir hidupnya. Tugas utama Luther adalah menafsir Alkitab. Ia kemudian menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Jerman, agar sebanyak mungkin orang Jerman dapat membaca Alkitab, mengingat pada waktu itu warga gereja tidak dapat membaca Alkitab dalam bahasa mereka sendiri sebab hanya tersedia Alkitab dalam bahasa Latin yang disebut Vulgata dan hanya boleh dibaca oleh kaum klerus atau rohaniawan.

Selama belajar teologi, Martin Luther mempergumulkan tentang keselamatan. Ia masuk biara dengan tujuan untuk memperoleh kepastian keselamatan atas dirinya. Ia mencari jawaban atas pergumulannya dengan melakukan semua peraturan gereja yang berlaku pada saat itu, namun ia semakin putus asa dan takut bertemu dengan TUHAN, Sang hakim yang penuh murka. Pada sekitar tahun 1514 Luther menemukan jalan keluar. Dari Roma 1:16,17, Luther menemukan bahwa Firman TUHAN-lah yang dapat membebaskan dia. Di dalam Firman itu Luther menemukan kebenaran ALLAH. Kebenaran yang dimaksudkan adalah rahmat ALLAH yang menerima orang-orang berdosa. Ia menemukan dirinya sebagai orang berdosa yang patut dihukum namun karena rahmat-NYA, ALLAH menerimanya dan membenarkannya. Kebenaran itu bukan untuk menghakimi kita melainkan membenarkan kita oleh iman. Injil tidak menunjukkan penghukuman atau murka ALLAH melainkan penyelamatan dan pembenaran. Dengan menemukan makna ayat-ayat itu, Luther merasa dilahirkan kembali. Bagi Luther, ayat-ayat itu merupakan kunci untuk memahami Alkitab secara baru. Ternyata ALLAH yang ditemukan dalam Alkitab itu berbeda sekali dari ALLAH yang dikenalnya dalam ajaran gereja.

Melalui pengalaman dan pemahaman baru itu, Luther  menghayati hubungan antara ALLAH dan manusia secara baru. Pemahaman dan penghayatan Luther yang baru ini tersiar di lingkungan universitas Wittenberg melalui kotbah dan pengajarannya serta menjadi titik tolak dari pusat gerakan reformasi.

Selanjutnya Luther memimpin gerakan reformasi gereja. Munculnya gerakan reformasi ini dilatarbelakangi adanya perbedaan antara ajaran atau teologi dan praktek gereja dengan ajaran Alkitab. Peristiwa reformasi dipicu oleh adanya penjualan surat penghapusan siksa (aflat) di Jerman oleh Johann Tetzel. Sebenarnya tujuan penjualan surat-surat aflat itu adalah untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan gedung gereja (basilika) Santo Petrus di Roma, tetapi tujuan itu dibungkus dengan “bahasa rohani” yang berisi janji palsu sekaligus ancaman, seakan-akan dengan membeli surat itu manusia akan lebih terjamin selamat.

Untuk menentang propaganda Tetzel, Luther menyusun 95 dalil, lalu ditempelkannya pada pintu gerbang gereja di Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517. (Tanggal inilah yang kita peringati sebagai hari Reformasi ). Dalil- dalil itu merupakan ungkapan pengalaman dan pergumulan Luther sendiri, jadi tidak bersifat teoritis. Di dalam dalil-dalilnya, Luther menentang perkataan Tetzel. Luther tidak menyetujui adanya surat penghapusan siksa yang menyatakan perdamaian dan pengampunan dosa dapat dibeli dengan uang, tanpa penyesalan dan pertobatan, bahkan tanpa sakramen. Luther sekaligus menegaskan bahwa penyesalan sejati bukanlah perkara yang dapat seseorang bereskan setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh imam setelah pengakuan dosa, seperti misalnya mengucapkan doa Bapa kami sekian banyak kali. Bagi Luther, penyesalan dan pertobatan itu berlangsung seumur hidup.

Ke-95 dalil itu ditulis dalam bahasa Latin namun segera diterjemahkan oleh para mahasiswa Luther ke dalam bahasa Jerman dan dalam waktu singkat sudah tersebar ke seluruh negeri. Para pemimpin gereja mendakwa Luther sebagai penyesat. Paus menuntut Luther untuk mencabut ajarannya. Luther diminta bertobat. Luther harus diadili.

Setelah rangkaian perdebatan dan pengadilan, sejak 1520 Luther lebih banyak memusatkan perhatian pada penulisan buku ataupun traktat, yang memuat serangkaian pandangan dan  gagasan baru. Sasaran utama reformasi atau pembaharuan yang dicanangkan Luther adalah pembaharuan ajaran. Luther meninggal pada tahun 1546. Apakah pokok-pokok ajaran yang dikembangkan Luther?

Beberapa pokok ajaran yang dikembangkan Luther adalah:

a.      Sola Scriptura, Sola Gratia, Sola Fide

Dalam ajaran Luther ada tiga semboyan “sola scriptura” (hanya Alkitab), Firman menjadi dasar kehidupan sehari-hari. ” Sola Gratia” (hanya anugerah), dan “Sola Fide” (hanya iman). Pengampunan dosa disediakan oleh ALLAH karena anugerah-NYA melalui pengorbanan KRISTUS dan diterima dengan iman, bukan karena usaha manusia.

 b.  Sakramen

Luther hanya mengakui dua sakramen yaitu baptisan kudus dan perjamuan kudus. Kedua sakramen itu mempunyai dasar Alkitab yang ditetapkan oleh KRISTUS sendiri.

 c.  Jabatan dan Tata Gereja

Semua orang percaya memiliki jabatan imamat am. Jabatan imam itu diterima berdasarkan kematian dan kebangkitan KRISTUS. Jabatan imam dalam Perjanjian Lama telah disempurnakan, digenapi sekaligus diakhiri oleh TUHAN YESUS KRISTUS. Untuk datang kepada TUHAN, seseorang tidak memerlukan lagi perantara (imam), baik untuk memanjatkan doa maupun untuk mempersembahkan korban. YESUS KRISTUS telah menjadi imam sekaligus korban yang sempurna sekali untuk selama-lamanya. Jadi imam adalah fungsi pelayan yang meneladan KRISTUS, bukan jabatan.

d.  Tata Ibadah

Ibadah berpusat pada kotbah, bukan pada perjamuan kudus (ekaristi). Dalam setiap Minggu harus ada pemberitaan Firman yang murni (hanya dari Alkitab), sedangkan perjamuan kudus tidak selalu diadakan pada setiap ibadah Minggu melainkan tergantung gereja masing-masing sesuai dengan situasinya.

Beberapa tulisan yang menjelaskan ajaran yang dikembangkan Martin Luther dihimpun dalam Kitab Konkord. Ajaran Luther menjadi acuan pokok dalam perumusan ajaran dan tata gereja Lutheran. Setelah beberapa dasa warsa, gereja-gereja Lutheran, khususnya di Jerman, telah menjadi gereja yang mapan, ajarannya terumus lengkap, organisasinya mantap dan mendapat dukungan penuh dari negara.  Di Indonesia, gereja-gereja yang mendapat pengaruh kuat Lutheran  antara lain HKBP, HKI, GKPS, GKPI.

Peristiwa reformasi yang dipimpin oleh Martin Luther  mengingatkan bahwa pembaharuan gereja harus terus menerus dilakukan. Kesadaran inilah yang melahirkan semboyan reformasi: “ecclesia reformata sed semper reformanda” (gereja yang dibaharui harus terus menerus dibaharui ).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

9 Comments for this entry

  • n23 says:

    thks 4 infonya,…..
    berguna sekali……..

    GOD BLESS

  • cassanova says:

    bagus sekali ajaran martin Luther,..perlu di ketahui,sebenaranya Luther juga dapat pewahyuan penemuan ajaran yang baru yang di temukannya itu pasti ga sembarangan,..tapi jangan salah tangkap dengan kita mengikuti Luthernya,..tapi ikuti lah kehendak dan Firman TUhan (alkitab)yang menjadi dasar Luther,..bukan ikuti LUTHERNYA,..tapi Ikuti TuhanNYa,..sip

  • cassanova says:

    Itu sebenarnya bukan ajaran baru,..Tapi KEBENARAN FIRMAN TUHAN,..cuma saat itu sudah ada pandangan dari ajaran sebelumnya makanya Pewahyuan Luther diangga ajaran baru bagi orang yang merasa ahli hukum taurat pada masa itu,..amin

  • looking for religion (still) says:

    “untuk datang kepada TUHAN, seseorang tidak memerlukan lagi perantara (imam), baik untuk memanjatkan doa maupun untuk mempersembahkan korban.”
    tapi kan bkan berarti tidak boleh menggunakan imam. Toh, masi saering ada praktek meminta di doa kan kapada pendeta.
    bisa ga diperjelas bagian “c” nya???

  • Harianto says:

    Mantap

  • Mark says:

    Saya pikir ini adalah ajaran yang injili, dimana Martin Luther dipakai Tuhan untuk menjadi tokoh pembaharu dan menyingkapkan kebenaran yang selama itu terselubung selama beratus tahun.

  • John says:

    Martin Luter mengajarkan bahwa sola Criptura/hanya Alkitab. benarkan? pertanyaan saya yaitu: dimanakah terdapat ayat Alkitab yg mengatakan bahwa, hanya dia sajalah yang harus kita percaya?

  • John says:

    menurut saya Luter keliru ketika mengatakan bahwa manusia itu diselamat kan hanya karena iman dan bukan oleh perbuatan, sebab didalam suratnya Paulus mengatakan bahwa manusia diselamat kan “oleh” iman. Begitulah yg tertulis didalam suratnya. Tetapi, setahu apa yg saya pelajari bahwa, Martin Luter telah menambah satu kata tambahan yang berbunyi “hanya” untuk menjadikan doktrinnya. oleh sebab itu untuk menjadikan doktrin luteran, sebelumnya Paulus mengatakan “oleh” iman, Luter sebaliknya menambah “hanya” oleh iman. seakan-akan hanya bahwa hanya imanlah sj yg menyelamatkan. Bagi sy ini merupakan sebuah Skandal bagi orang lain.

  • Togar says:

    John terlalu gegabah. Untuk mengerti ucapan Luther itu anda harus belajar latarbelakangnya dan anda belum mengerti pandangn luther sudah lancang menyalahkan luther. Anda belum mempelajari teologia Paulus sudah mengambil kesimpulan cetek. Belajarlah sebelum menuduh orang membuat skandal. Anda sendiri skandal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*