suplemenGKI.com

Selasa, 12 Januari 2016

Mazmur 36:6-7

PENGANTAR

Manusia diciptakan oleh Tuhan, tetapi justru manusia pulalah yang paling sering melukai hati Tuhan. Perbuatan dosa dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan wajar, dan firman TUHAN dianggap tabu dan tidak relevan. Tetapi, bagaimana dengan TUHAN? Apakah Ia turut berubah tatkala manusia berubah tidak setia pada-Nya? Atau jangan-jangan, kita yang mempermainkan Tuhan dengan ketidaksetiaan yang kita lakukan pada-Nya? Bagaimana kita seharusnya? Selagi masih di awal Tahun Baru, mari kita melakukan pertobatan yang sungguh kepada-Nya !

PEMAHAMAN

  • Ayat 6 : Bagaimana kasih setia Tuhan terhadap umat yang berdosa?
  • Ayat 7 : Bagaimana keadilan Tuhan terhadap umat yang melawan pada-Nya?

Mazmur hari ini berbicara secara khusus mengenai kasih dan keadilan Allah kepada umat-Nya yang berulang kali menyakiti hati-Nya. Daud menuliskan Mazmur ini oleh sebab ia sendiri pernah berada di posisi sebagai orang yang melukai hati Tuhan. Syukurlah, di tengah-tengah perbuatan dosa yang ia pernah lakukan, Daud dengan lekas menyadari kesalahannya itu dan sesegera mungkin ia bertobat. Daud tidak larut terus menerus dalam dosa yang ia lakukan, bahkan, dengan rendah hati ia mau menerima teguran dan nasihat Nabi Natan kepada dirinya karena telah merebut Betsyeba dan membunuh Uria, panglima perangnya.

Sayangnya, tak banyak orang di dunia ini yang mampu secara tanggap menyadari akan dosa yang dilakukan sehingga seringkali terlanjur nyaman dengan perbuatan dosa itu. Mereka enggan untuk bertobat serta menyadari dosa yang mereka lakukan. Berbeda halnya dengan Tuhan.  Sekalipun manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tidaklah mudah melupakan umat-Nya. Sekalipun Daud melakukan dosa di hadapan Tuhan, namun Tuhan tetap mengasihi dan mencintai Daud. Bahkan dalam kesaksian dan refleksi pribadi Daud tentang Tuhan, ia dengan tegas mengaku dan mengimani bahwa kasih setia Tuhan tinggi sampai ke langit, dan keadilan-Nya bagaikan gunung dan samudera yang luas. Ini berarti Tuhan tetap menerima dan mengasihi manusia, sekalipun manusia penuh lumuran dosa. Sekalipun manusia degil, Allah tetap adil !

Jika Allah saja tetap menerima dan mengasihi kita apa adanya, apakah kita mau tetap hidup dalam keberdosaan dan pembangkangan terhadap Allah yang setia pada kita?

REFLEKSI

Dalam keheningan, ambillah waktu untuk merefleksikan kehidupan kita selama beberapa hari ini. Cobalah untuk mengingat setiap bagian kehidupan kita, apakah ada sikap/tindakan kita yang telah melukai hati Allah? Berdoalah memohon pengampunan Tuhan, dan buatlah komitmen untuk bersegera mungkin mengakhiri perbuatan dosa tersebut.

TEKADKU

Ampunilah aku ya Allah, buatlah aku membenci segala dosa dan pelanggaran yang telah kulakukan. Buatlah aku sadar bahwa kasih-Mu dan keadilan-Mu jauh lebih besar dari dosa dan pelanggaran yang kulakukan.

TINDAKANKU

Aku akan berusaha menjauhi perbuatan dosa yang melukai hati Allah. Aku akan berjuang hidup lurus dalam firman Tuhan.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«