suplemenGKI.com

(Kis 2:1-13)

Pasca kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga, mungkin banyak orang berpikir bahwa kekristenan akan segera mati, pekabaran tentang kuasa kebangkitan Kristus yang adalah sang Juruselamat akan segera tamat, sebab apalah yang diharapkan dari para murid yang nota bene orang-orang sederhana, penakut, berlatar belakang orang-orang yang tidak terpelajar. Mungkinkah mereka dapat melanjutkan misi besar Yesus sang Guru itu? Karena perkembangan dan kemajuan kekristenan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh bagaimana para murid melanjutkan, memperjuangkan dan mengembangkannya setelah Tuhan Yesus tidak lagi bersama-sama dengan mereka di dunia ini.
Peristiwa pencurahan Roh Kudus dalam bacaan Kisah 2:1-13, sangat terkait dengan janji Tuhan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya ke Surga (Kis 1:4-8) Yesus memahami keberadaan para murid yang adalah orang-orang sederhana, sedangkan mereka itulah yang akan melanjutkan misi pekabaran injil tentang Tuhan Yesus yang adalah Juruselamat dunia itu ke seluruh dunia. Untuk mengerjakan misi besar itu tidak mungkin murid-murid mengandalkan akal pikiran, daya manusiawi dan kesederhanaannya.
Janji Tuhan Yesus dalam Kis 1:8, kini ditepati, ketika mereka sedang berkumpul di suatu tempat (Kis 1:15-16) Waktu itu orang Yahudi sedang merayakan Pentakosta Yahudi. Pentakosta Yahudi adalah sebuah perayaan umat Israel yang dirayakan pada hari ke limapuluh sesudah Paskah (Pesah artinya keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir). Tiba-tiba terjadi suatu tanda Allah mencurahkan Roh Kudus berupa suatu bunyi seperti tiupan angin keras, tampak pula suatu lidah-lidah api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Itulah kuasa dari Allah yang dijanjikan kepada mereka untuk menjalankan misi Allah bagi dunia. Oleh kuasa Roh Kudus mereka mampu berbicara dengan berbagai bahasa yang digunakan oleh orang-orang yang hadir pada saat itu, sehingga semua orang yang berasal dari berbagai daerah, bangsa dan bahasa dapat mengerti perbuatan-perbuatan besar dari Allah yang disampaikan oleh para rasul.
Dari peristiwa ini kita boleh disadarkan, bahwa sesederhana apapun, selemah apapun dan sekecil apapun kita jika Allah mau memakai kita untuk menjadi alat-Nya maka Ia akan mencurahkan kuasa Roh Kudus-Nya untuk menolong dan memampukan kita menjadi alat-Nya. Kenyataannya, para murid yang adalah orang-orang sederhana, tetapi melalui merekalah kekristenan menjadi tersebar ke seluruh bumi dan banyak orang mengalami keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Dalam menjalani pelayanan, dalam menjalani hidup dan dalam karya kita jika Roh Allah dicurahkan bagi kita apa yang perlu kita takuti, apa yang perlu kita kuatirkan? Asal kita mengandalkan Tuhan, maka Dia akan memampukan kita untuk menjalaninya dan menjadi berkat bagi dunia. Amin.
—- ANDA —-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*